Lahan Bungah Industrial Park (BIP). (Foto : istimewa)
Gresik, HeadlineJatim.com – Polemik klaim lahan yang sempat menghambat progres pembangunan Bungah Industrial Park (BIP) di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, akhirnya mencapai kesepakatan damai. Melalui mediasi intensif, proyek kawasan industri strategis ini dipastikan kembali berjalan sesuai target.
Project Manager Operasional Bungah Industrial Park, Antonius Teguh Wisnu, mengungkapkan bahwa dinamika tersebut bermula dari klaim kepemilikan lahan oleh sejumlah warga di dalam area proyek. Tercatat ada 17 warga yang mengklaim hak atas sekitar 20 bidang lahan di kawasan tersebut.
“Kami telah menuntaskan proses mediasi bersama Pemerintah Desa dan pihak terkait. Kami juga berkoordinasi dengan BPN Gresik untuk melakukan verifikasi faktual guna memastikan status hukum lahan secara transparan,” ujar Teguh, Senin (12/1).
Legalitas Lahan dan Pendekatan Humanis
Berdasarkan verifikasi dokumen, lahan seluas 116 hektare di Desa Melirang tersebut secara sah merupakan milik perusahaan dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Meski memiliki posisi hukum yang kuat, pihak pengembang tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, perusahaan menyalurkan uang tali asih kepada warga yang terdampak. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp40 juta hingga Rp100 juta per bidang, tergantung pada luas lahan yang diklaim.
“Kami ingin kehadiran Bungah Industrial Park membawa manfaat nyata. Selain kompensasi, kami berkomitmen memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal serta mendukung program sosial di desa,” imbuh Teguh.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala Desa Melirang, M. Muwaffaq, membenarkan bahwa klaim yang diajukan warga selama ini tidak didukung bukti kepemilikan yang kuat secara hukum. Sebagian besar warga hanya memegang dokumen berupa fotokopi petok desa.
“Secara administrasi negara dan hukum pertanahan, lahan tersebut sah milik perusahaan. Kami bersyukur mediasi ini mencapai mufakat. Harapannya, semua pihak bisa menerima hasil ini demi kelancaran pembangunan,” jelas Muwaffaq.
Ia berharap Bungah Industrial Park dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Melirang dan sekitarnya.
“Semoga proyek ini lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja yang terbuka lebar,” pungkasnya.






