Surabaya, headlinejatim.com – General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, melaksanakan kegiatan Sapa GM pada Selasa (31/12/2025) guna memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan personel dalam menghadapi siaga malam Tahun Baru, khususnya di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform rapat online yang terpusat di PLN UP2D Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) se-Jawa Timur. Melalui komunikasi langsung jajaran unit, manajemen PLN memantau kondisi pasokan listrik, kesiapan peralatan, serta kesiapsiagaan personel yang bertugas menjaga keandalan listrik selama malam pergantian tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Mustaqir menyampaikan bahwa PLN UID Jawa Timur telah menyiapkan 655 titik pantau yang tersebar di berbagai lokasi strategis di seluruh wilayah Jawa Timur. Titik pantau tersebut mencakup pusat keramaian, fasilitas publik, rumah ibadah, serta objek vital lainnya. Untuk mendukung pengamanan kelistrikan selama periode siaga, PLN juga menurunkan 5.451 personel siaga yang bertugas selama 24 jam.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas unit serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama masa siaga. “Keselamatan personel menjadi prioritas utama. Seluruh petugas kami minta tetap disiplin menjalankan prosedur kerja dan menjaga kewaspadaan di setiap kondisi,” tambahnya.
Melalui kegiatan Sapa GM ini, Ahmad Mustaqir turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran UP3 dan ULP yang tetap bertugas di tengah momentum libur akhir tahun. Menurutnya, dedikasi personel di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dengan pelaksanaan Sapa GM, PLN UID Jawa Timur memastikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam mendukung keandalan pasokan listrik selama siaga malam Tahun Baru. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional.






