TULUNGAGUNG, headlinejatim.com – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mendorong tumbuhnya ekonomi produktif berbasis pemberdayaan perempuan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi bersama Srikandi PLN, Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tulungagung, PLN UID Jawa Timur menghadirkan program “Menjahit Asa, Merajut Karya – Sentra Konveksi Perempuan Berbasis Listrik” di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Tak sekadar menyerahkan bantuan, program ini dirancang untuk membangun ekosistem usaha konveksi perempuan yang lebih produktif dan berkelanjutan. PLN memberikan dukungan berupa 18 unit mesin produksi, yang terdiri dari 17 unit mesin jahit high-speed industrial dan satu unit mesin obras. Tak hanya mesin, dukungan juga diberikan melalui pelatihan dan pendampingan kepada penerima manfaat.
Program ini menyasar pengrajin jahit perempuan yang selama ini telah menjalankan usaha secara mandiri maupun berkelompok. Kelompok binaan Muslimat NU Tulungagung sendiri telah berkembang dari usaha jahit perorangan menjadi tim produksi konveksi yang lebih terorganisir. Dalam aktivitas hariannya, terdapat sekitar 10–15 penjahit aktif yang mengerjakan berbagai pesanan, mulai dari pakaian, tas hingga souvenir.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat gotong royong dan kemandirian dalam nilai-nilai Pancasila.
“PLN ingin listrik tidak hanya menggerakkan mesin produksi, tetapi juga mendorong kemandirian dan kesejahteraan perempuan. Kami berharap sentra konveksi ini terus berkembang, membuka peluang usaha dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Tulungagung,” ujar Eric.
Lebih lanjut, Ketua Tim Gugus Tugas Srikandi PLN UID Jawa Timur, Cynthia Dewi Ariani mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari Srikandi Movement PLN, gerakan pemberdayaan perempuan yang membawa semangat Women Support Women yang menghadirkan ruang bagi perempuan untuk saling menguatkan sekaligus membuka peluang menuju kemandirian ekonomi.
“Yang kita jahit hari ini bukan hanya kain, tetapi juga harapan. Dan yang kita rajut bukan hanya sebuah karya, tetapi jalan menuju kemandirian dan masa depan keluarga yang lebih baik. Kami ingin mesin-mesin ini menjadi alat produktif yang mampu meningkatkan kualitas, memperbesar kapasitas produksi, membuka lebih banyak pesanan, dan pada akhirnya meningkatkan penghasilan keluarga,” ujar Cynthia.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Tulungagung, Dra. Hj. Miftachurrohmah, M.Ag., mengapresiasi kolaborasi yang terbangun bersama PLN dan menilai program tersebut selaras dengan upaya Muslimat NU dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berkesinambungan serta memberikan manfaat yang luas bagi para penerima dan masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, S.STP., M.M. Reni berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti pada penyaluran bantuan, melainkan berkembang menjadi kolaborasi pemberdayaan masyarakat dalam jangka panjang.
“Semoga bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi para penerima. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Harapannya, dukungan ini tidak berhenti di sini saja. Ke depan kami berharap dapat terus bersinergi dalam berbagai program yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Reni.
Melalui kolaborasi program TJSL PLN, Srikandi PLN, Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung dan Muslimat NU Tulungagung, program ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya sentra konveksi perempuan yang produktif, mandiri, berdaya saing, dan mampu membuka peluang ekonomi yang semakin luas.






