Investasi Jember Meroket Rp2,57 Triliun, Bupati Fawait Fokus Bangun Ekonomi dari Desa

Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam sebuah kesempatan.

JEMBER, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatat lonjakan investasi yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Nilai realisasi investasi menembus angka Rp2,57 triliun, atau tumbuh sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Read More

Capaian positif ini menjadi motor penggerak utama bagi Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk memperkuat strategi ekonomi berbasis desa guna mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pelosok wilayah.

Bupati Muhammad Fawait menegaskan, arah pembangunan Jember saat ini menjadikan desa sebagai fondasi utama. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya bisa tercapai jika kebutuhan masyarakat di tingkat desa terpenuhi secara nyata.

“Kami ingin pembangunan dimulai dari desa karena di situlah kebutuhan masyarakat paling nyata. APBD tidak boleh hanya terpusat di kota, harus menyebar hingga ke pelosok,” ujar Gus Fawait, sapaan akrabnya, Selasa (7/4/2026).

Untuk mendukung visi tersebut, Pemkab Jember menjalankan program unggulan “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa). Program ini dirancang untuk menyerap aspirasi langsung sekaligus memicu titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.

Namun, Gus Fawait menyadari bahwa penguatan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan belanja pemerintah. Investasi swasta menjadi kunci krusial untuk mempercepat pembukaan lapangan kerja.

“Selain APBD, investasi adalah kunci penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Kami ingin investasi besar yang masuk bisa ‘menetes’ ke masyarakat kecil dan memperkuat ekonomi desa melalui kemitraan dengan UMKM lokal,” tambahnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan bahwa total investasi Rp2,57 triliun tersebut berasal dari 457 pelaku usaha. Rinciannya terdiri dari 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA).

“Sektor real estate, industri makanan dan minuman, serta pengolahan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jember semakin kuat,” jelas Isnaini.

Dampak nyata dari derasnya arus modal ini terlihat dari penyerapan tenaga kerja yang mencapai hampir 10 ribu orang sepanjang tahun 2025. Isnaini memastikan bahwa lokasi investasi kini semakin tersebar, tidak lagi terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Ke depan, Pemkab Jember akan memfokuskan pengembangan pada hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tembakau. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan mandiri.

Related posts