Listrik di Antirogo Jember Padam 13 Jam Akibat Cuaca Ekstrem, 130 Pelanggan Terdampak

JEMBER, HeadlineJatim.comHujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kabupaten Jember sejak Kamis (9/4/2026) siang mengakibatkan gangguan kelistrikan serius. Sedikitnya 130 pelanggan di wilayah Kecamatan Sumbersari dan Arjasa harus mengalami pemadaman listrik hingga 13 jam akibat rusaknya infrastruktur PLN.

​Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kelurahan Antirogo dan sebagian Desa Biting. Gangguan ini bermula sekitar pukul 13.40 WIB, sesaat setelah sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa jaringan kabel tegangan menengah.

Read More

​Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jember Kota, Jermia Deviadri Raharjo, mengonfirmasi bahwa terdapat dua tiang jaringan yang mengalami kerusakan fatal atau patah. Kondisi ini menyebabkan satu gardu distribusi terhenti operasionalnya.

​“Gangguan dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon roboh hingga merusak jaringan. Ada dua tiang yang rusak. Dampaknya sekitar 130 pelanggan mengalami pemadaman listrik,” ujar Jermia saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/2026) pagi.

​Jermia menambahkan, petugas PLN bekerja ekstra melakukan penggantian tiang dan perbaikan jaringan sejak sore hingga dini hari. Proses evakuasi dan pemulihan baru dinyatakan tuntas menjelang subuh.

​”Aliran listrik di wilayah terdampak baru dapat dinormalkan secara bertahap sekitar pukul 03.20 WIB pagi tadi,” jelasnya.

​Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono, menjelaskan bahwa titik kerusakan paling krusial berada di Jalan Koptu Berlian, Lingkungan Jambuan. Selain tiang listrik, sedikitnya 11 pohon tumbang sempat menutup total akses jalan warga.

​“Ada beberapa titik pohon besar yang tumbang dan sempat menutup jalan. Selain itu, juga ada rumah warga yang terdampak,” kata Teguh.

​Berdasarkan pendataan sementara, terjangan angin kencang ini mengakibatkan delapan rumah warga rusak ringan, satu mushala rusak berat, dan satu mushala lainnya rusak ringan. Meski kerugian materiil cukup signifikan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

​Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, relawan, dan warga setempat masih bersiaga untuk membersihkan sisa material pohon di lokasi kejadian guna memastikan keamanan akses publik.

Related posts