JEMBER, HeadlineJatim.com– Viral di media sosial Instagram diunggah akun bernama @infojember, sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga, didominasi ibu-ibu, menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Raya Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, pada Selasa (7/4/2026) kemarin.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana operasional truk besar milik Pabrik Semen PT Imasco yang disebut akan beroperasi hingga 20 jam lebih dalam sehari, karena dinilai memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.
Dalam video yang beredar, para peserta aksi tampak berkumpul di pinggir jalan sambil menyuarakan keberatan mereka terhadap lalu lalang truk-truk besar yang melintas, terutama saat menuju area pabrik.
Salah seorang warga, Fairuz Mubaidillah, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh aktivitas armada truk.
“Keberadaan truk-truk besar, apalagi saat masuk ke pabrik, menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu perputaran ekonomi masyarakat di sekitar,” ujarnya.
Keluhan warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan data di lapangan, jumlah armada truk yang masuk ke pabrik setiap harinya mencapai sekitar 150 hingga 200 unit.
Sebelumnya, truk-truk tersebut hanya diperbolehkan masuk mulai pukul 16.00 hingga 06.00 WIB keesokan harinya. Namun, pembatasan waktu tersebut justru memicu antrean panjang di sepanjang Jalan Kasian Timur dan Kasian Barat, karena truk sudah menunggu sejak siang hari hingga waktu operasional dibuka.
Antrean ini bahkan menutup akses gang, toko, serta pelaku usaha mikro kecil dan pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah menggelar audiensi dengan pihak PT Imasco, Forkopimda, Tokoh Masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, menegaskan bahwa pemerintah tidak menyetujui operasional 24 jam, melainkan mengambil jalan tengah berupa relaksasi jam operasional.
“Pak Bupati sepakat tidak 24 jam. Kami mengambil jalan tengah dengan relaksasi agar semua pihak bisa terakomodasi, meskipun tidak semuanya bisa puas. Ini perlu dicoba supaya kemacetan bisa terurai dan ekonomi masyarakat tetap berjalan,” katanya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (8/4/2026).
Helmi menambahkan, kebijakan relaksasi ini juga mempertimbangkan kepentingan pelaku usaha lain, termasuk pedagang dan pengusaha lokal.
Selain itu, Dinas Perhubungan akan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengawasan, sementara pihak perusahaan diminta mengatur jadwal armada secara disiplin agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Sementara itu, Camat Puger, Beni Armando Ginting, menjelaskan bahwa hasil audiensi memutuskan adanya perubahan jam operasional armada truk.
Jika sebelumnya hanya diperbolehkan mulai pukul 16.00, kini truk dapat masuk ke pabrik mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 06.00 keesokan harinya.
“Relaksasi ini bertujuan mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi. Dengan jam masuk yang lebih awal, diharapkan tidak ada lagi penumpukan truk di pinggir jalan,” ujarnya.
Beni menyebut, skema ini sebenarnya telah diuji coba pada hari Minggu (5/4) sebelumnya dan terbukti mampu mengurangi kemacetan secara signifikan.
“Faktanya di lapangan, lalu lintas menjadi lancar dan tidak ada antrean panjang. Ini yang kemudian dijadikan dasar kebijakan hasil audiensi untuk diterapkan setiap hari,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang menolak kebijakan tersebut, terutama jika mengarah pada normalisasi operasional selama 24 jam.
Namun pemerintah memastikan bahwa kebijakan yang diambil bukanlah operasional penuh 24 jam, melainkan relaksasi terbatas yang akan dievaluasi secara berkala.
“Prinsipnya, Bupati memenuhi aspirasi masyarakat yang menolak operasional 24 jam. Jadi yang diterapkan saat ini adalah relaksasi, bukan normalisasi penuh,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap persoalan kemacetan akibat antrean truk dapat terurai tanpa mengorbankan aktivitas ekonomi masyarakat maupun kepentingan industri.
“Untuk sementara ini bertahap, kita coba dulu. Kalau ini nanti kita lihat perkembangan di situasi di lapangan,” tandasnya.






