SURABAYA, HeadlineJatim.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya memperkuat hubungan dengan kalangan media melalui agenda silaturahmi bersama Kelompok Kerja Jurnalis Dewan Surabaya (Judes), Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang Fraksi PSI lantai 5 Gedung DPRD Surabaya ini dihadiri sejumlah jurnalis serta lima anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PSI. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Ketua DPD PSI Surabaya, Grace Evi Ekawati, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara partai politik dan media. Ia bahkan menyatakan siap membuka akses komunikasi selama 24 jam bagi wartawan maupun masyarakat.
“Silakan berkomunikasi kapan saja. Kami ingin semua aspirasi bisa tersampaikan dan dibahas bersama secara terbuka,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Mama Evi itu menegaskan bahwa fokus utama PSI ke depan bukan semata-mata pada pencapaian elektoral, melainkan pada kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia mengusung semangat kerja sebagai fondasi utama dalam menghadapi kontestasi politik, termasuk target memperbesar kekuatan partai pada 2029.
Menurutnya, kepercayaan publik tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan melalui konsistensi kerja dan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Ia juga secara tegas menolak praktik politik uang yang dinilai merendahkan martabat pemilih.
“Kepercayaan tidak bisa dibeli. Lebih baik anggaran dimanfaatkan untuk program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mama Evi juga menegaskan bahwa setiap kader PSI memiliki peluang yang sama untuk maju sebagai pemimpin, termasuk anggota legislatif yang saat ini menjabat. Penilaian, kata dia, sepenuhnya akan ditentukan oleh kinerja.
“Semua punya kesempatan yang sama. Yang penting bekerja maksimal, nanti masyarakat yang akan menilai,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa PSI akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Dukungan akan diberikan selama kebijakan berpihak pada rakyat, namun kritik akan disampaikan jika sebaliknya.
Menutup pertemuan, Mama Evi kembali menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat, baik melalui fraksi, struktur partai, maupun secara langsung.
“Bagi kami, masyarakat adalah yang utama. Tugas kami mendengar dan bekerja untuk mereka,” pungkasnya.






