BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi semakin masif melakukan pencegahan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya. Salah satu fokus utama yang kini disasar adalah kebiasaan buruk merokok saat berkendara yang kerap memicu risiko fatal di jalan raya.
Aktivitas merokok, baik oleh pengendara sepeda motor maupun mobil, dinilai bukan sekadar masalah etika, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan. Bara api dan abu rokok yang tertiup angin dapat mengenai wajah atau mata pengendara lain di belakangnya, yang berpotensi menyebabkan luka kornea hingga kebutaan sementara.
Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banyuwangi, Irvin Jasmine, menyatakan bahwa pihaknya rutin menggelar patroli sekaligus edukasi langsung di lapangan untuk menekan kebiasaan tersebut.
“Kami rutin melaksanakan patroli di sejumlah titik rawan. Dalam kegiatan itu, kami sekaligus memberikan edukasi kepada pengendara tentang bahaya merokok saat berkendara,” ujar Irvin, Selasa (7/4/2026).
Menurut Irvin, dampak dari abu rokok sering dianggap sepele oleh pelaku, namun sangat merugikan pengguna jalan lain. Gangguan penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba akibat debu panas tersebut menjadi pemicu utama kecelakaan beruntun atau tunggal.
Selain risiko fisik bagi orang lain, merokok saat mengemudi juga mengganggu konsentrasi internal pengendara. Fokus yang terbagi antara memegang kemudi dan rokok membuat respon pengendara melambat saat menghadapi situasi darurat.
“Ketika seseorang merokok sambil berkendara, fokusnya pasti terbagi. Ini yang sering kali menjadi pemicu kecelakaan karena respons pengendara jadi tidak maksimal,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis. Satlantas Polresta Banyuwangi tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga memberikan apresiasi kepada pengendara yang tertib sebagai bentuk motivasi budaya disiplin lalu lintas.
Menariknya, edukasi ini juga dikemas secara modern melalui media sosial. Salah satunya melalui konten kreatif bertajuk “TUMAN” yang bertujuan agar pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh generasi muda dan masyarakat luas.
Dalam konten tersebut, petugas secara persuasif memberhentikan pelanggar dan memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko hukum serta keselamatan yang dilanggar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak merokok saat berkendara. Ini bukan hanya soal aturan, tapi demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkas Irvin.
Melalui langkah preventif yang konsisten ini, Satlantas Polresta Banyuwangi berharap kesadaran masyarakat meningkat secara mandiri, sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Banyuwangi dapat ditekan secara signifikan.






