GRESIK, HeadlineJatim.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan pemerintah sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Selain fokus pada pemenuhan gizi, program nasional ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi lokal secara masif melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, dalam acara sosialisasi program MBG yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) serta sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Labib menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya sekadar membagikan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting pada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga prasejahtera.
“Program MBG ini memiliki dimensi kesehatan yang sangat kuat. Pemerintah ingin agar manusia Indonesia sejak dalam kandungan sudah mendapatkan asupan gizi yang cukup hingga masa pertumbuhan dan remaja. Ini penting karena angka stunting di Indonesia masih cukup besar,” ujar Labib di hadapan peserta sosialisasi, Jumat (3/4/2026).
Menariknya, legislator dari Dapil Jawa Timur ini menyoroti efek domino ekonomi yang dihasilkan dari dapur-dapur produksi makanan bergizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Program ini menyedot anggaran negara yang cukup besar, sehingga wajib memberikan efek kesejahteraan bagi warga lokal. Satu unit SPPG saja bisa menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika dikalikan dengan puluhan ribu unit di seluruh Indonesia, ini adalah peluang raksasa untuk menciptakan lapangan kerja baru,” jelasnya.
Kendati membawa angin segar bagi ekonomi dan kesehatan, Labib mengingatkan Badan Gizi Nasional untuk memperketat pengawasan. Besarnya perputaran uang dalam program ini rawan memicu terjadinya penyimpangan jika tidak dikelola dengan transparan.
“Dalam pelaksanaan tentu ada tantangan, termasuk potensi penyimpangan. Karena itu, pengawasan dan tata kelola yang baik menjadi kunci mutlak agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, bukan bagi segelintir oknum,” pungkas Labib.






