Proses pemuatan zak semen di dalam palka atau lambung kapal distribusi di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
GRESIK, HeadlineJatim.com– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat posisinya di pasar bahan bangunan dengan mengincar peluang baru di industri konstruksi. Langkah ini dilakukan melalui strategi optimalisasi produk turunan semen dan diversifikasi portofolio sebagai bagian dari transformasi bisnis yang konsisten dijalankan perusahaan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa pengembangan produk turunan merupakan salah satu dari tiga strategi utama perusahaan untuk menghadapi tantangan industri yang melambat pada tahun 2025. Selain meningkatkan pengelolaan pasar mikro dan efisiensi biaya, SIG fokus menciptakan nilai tambah pada produk-produknya.
“SIG optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui inisiatif strategis dan inovasi. Kami tidak hanya fokus pada semen konvensional, tetapi juga mengembangkan lini bisnis yang lebih spesifik untuk menjawab tantangan konstruksi masa kini,” ujar Vita Mahreyni, Selasa (31/3/2026).
Salah satu langkah nyata dalam optimalisasi ini adalah kolaborasi strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation. Kerja sama dua raksasa bahan bangunan Asia ini bertujuan mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah). Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi baru bagi pengembang dan kontraktor, sekaligus membuka ceruk pasar yang belum tergarap maksimal.
Tak hanya fokus pada pasar domestik, SIG juga memperkuat infrastruktur pendukung untuk ekspansi global. Saat ini, perusahaan tengah mempercepat proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk mendukung ekspor semen dengan kapasitas hingga 1 juta ton per tahun yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
Transformasi yang dimulai sejak Juli 2025 ini terbukti membuahkan hasil. Meski pasar domestik masih menantang, SIG mampu mencatatkan volume penjualan total sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun sepanjang tahun 2025.
Pemanfaatan produk turunan dan inovasi teknologi konstruksi ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan. Dengan produk yang lebih efisien dan ramah lingkungan, SIG berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca hingga 21% dari baseline 2010, yang sekaligus menjadi keunggulan kompetitif di tengah dinamika industri global.






