JEMBER, HeadlineJatim.com– Harapan ribuan siswa untuk menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Jember (UNEJ) harus pupus setelah hasil seleksi resmi diumumkan.
Dari total 13.755 siswa dari seluruh Indonesia yang memilih UNEJ, hanya 3.367 peserta yang dinyatakan lolos, sementara sekitar 10 ribu lainnya gagal melanjutkan ke tahap berikutnya melalui jalur ini.
Proses seleksi SNBP yang dikenal ketat sejak awal memang telah menyaring siswa berdasarkan rekam jejak akademik dan prestasi selama di bangku sekolah.
Persaingan semakin tinggi karena jalur ini tidak menggunakan tes, melainkan bergantung pada nilai rapor serta capaian non-akademik yang dimiliki siswa. Kondisi tersebut membuat banyak peserta harus menerima kenyataan pahit meski telah mempersiapkan diri sejak lama.
Wakil Rektor I UNEJ Bidang Akademik, Prof. Slamin, saat ditemui di Kampus Tegalboto pada Selasa (31/3/2026), menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos wajib segera melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan yang diperoleh melalui jalur SNBP tidak dapat diulang di jalur lain.
“Manfaatkan kesempatan emas kuliah di PTN melalui jalur SNBP, dengan segera melakukan registrasi. Mohon membaca dan memahami persyaratan yang sudah ditetapkan agar proses registrasi berjalan lancar,” ujar Prof. Slamin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember.
Ia menambahkan, peserta yang telah dinyatakan lolos SNBP tidak diperkenankan mengikuti seleksi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri di perguruan tinggi negeri lainnya.
Oleh karena itu, ketelitian dalam proses registrasi menjadi hal krusial agar status kelulusan tidak gugur.
Di sisi lain, UNEJ juga membuka peluang bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).
Tahun ini tercatat sebanyak 5.847 peserta SNBP mendaftar ke UNEJ dengan skema KIP-K, dan sebanyak 1.447 di antaranya berhasil lolos seleksi.
Jumlah tersebut menempatkan UNEJ di peringkat ketujuh secara nasional sebagai perguruan tinggi negeri akademik dengan penerima KIP-K terbanyak melalui jalur SNBP.
“Selanjutnya, bagi peserta yang lolos SNBP dengan status calon penerima KIP-K akan menjalani proses verifikasi lanjutan untuk menentukan kelayakannya,” imbuh Prof. Slamin.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil, peluang untuk masuk perguruan tinggi negeri masih terbuka melalui jalur SNBT 2026 yang pendaftarannya berlangsung hingga 7 April 2026.
Jalur ini diperkirakan akan lebih kompetitif karena terbuka tidak hanya bagi lulusan tahun 2026, tetapi juga bagi lulusan dua tahun sebelumnya.
“Jika sudah mendaftarkan diri di jalur SNBT, maka siswa tinggal fokus belajar, ingat persaingan di jalur SNBT lebih ketat sebab peserta SNBT selalu lebih banyak daripada peserta SNBP,” jelasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026. Khusus di Pusat UTBK UNEJ, panitia telah menyiapkan 955 unit komputer yang diproyeksikan mampu melayani hingga 19.100 peserta selama pelaksanaan ujian.
Dengan hasil SNBP yang telah diumumkan, ribuan siswa kini dihadapkan pada pilihan baru: bangkit dan bersaing kembali di jalur SNBT, atau mencari alternatif lain untuk melanjutkan pendidikan tinggi.






