Misteri Ledakan Masjid di Jember, Polisi Periksa 7 Saksi Telusuri Asal Bahan Kimia

Misteri Ledakan Masjid di Jember: Polisi Periksa 7 Saksi, Telusuri Asal Bahan Kimia

JEMBER, HeadlineJatim.com — Kepolisian Resor (Polres) Jember terus mendalami kasus ledakan di Masjid Raya Pesona, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Insiden tersebut terjadi saat ibadah salat tarawih pada Ramadan lalu, tepatnya Senin malam (16/3/2026).

Read More

​Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan intensif. Polisi telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi dan tengah menelusuri asal-usul bahan kimia yang menjadi pemicu ledakan tersebut.

​Penyelidikan yang melibatkan berbagai unsur kepolisian ini berjalan cukup kompleks. Pasalnya, bahan kimia tersebut ditemukan tersimpan di dalam lemari besi kecil di area masjid. Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai bagaimana zat berbahaya itu bisa berada di sana.

​Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, menjelaskan bahwa fokus penyidik saat ini adalah mendalami fakta di lapangan. Polisi juga tengah mencari tahu apakah bahan kimia tersebut sengaja disimpan atau tidak.

​”Sampai dengan saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait hal tersebut. Namun dari hasil olah TKP bersama Labfor Polda Jatim dan Gegana Korps Brimob Polri serta Sat Brimobda Jatim, diketahui bahwa penyebab ledakan berasal dari Sodium Perchlorate (NaClO_4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin),” ujar Ipda Andry saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).

Kronologi Kejadian

​Berdasarkan kronologi yang dihimpun, ledakan bermula dari dalam sebuah lemari besi berukuran kecil di area masjid. Saat peristiwa terjadi, jemaah sedang melaksanakan ibadah salat tarawih dan memasuki rakaat ke-14.

​Lemari tersebut diketahui menyimpan cairan kimia yang diduga mengalami peningkatan suhu secara signifikan. Kondisi ini memicu reaksi kimia hingga akhirnya menimbulkan ledakan yang sempat mengejutkan warga sekitar.

​Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan. Tim tersebut terdiri dari Unit Identifikasi, Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Timur, Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri, Satbrimob Polda Jawa Timur, serta Satreskrim Polres Jember.

Bukan Bom atau Bahan Peledak

​Sebelumnya, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra telah memastikan bahwa insiden ini bukan berasal dari bom atau bahan peledak rakitan.

​”Dari hasil analisa tim, tidak ditemukan bahan peledak. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh panas berlebih dari bahan atau zat yang mudah terbakar atau meledak,” jelas AKBP Bobby dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

​Dalam perkembangan terbaru, pemeriksaan terhadap tujuh saksi mencakup para pengurus masjid yang mengetahui aktivitas di lokasi sebelum kejadian. Polisi ingin mengurai secara rinci siapa yang menempatkan bahan kimia tersebut dan apa tujuan penyimpanannya.

​Ipda Andry menambahkan, dugaan awal mengarah pada faktor ketidaksengajaan akibat kurangnya pemahaman terhadap karakteristik bahan kimia tersebut.

​”Kemungkinan besar faktor tidak disengaja atau ketidaktahuan, namun hal ini masih kami dalami dari pemeriksaan saksi,” tambahnya.

​Hingga kini, proses hukum masih berjalan. Aparat kepolisian menegaskan akan mengungkap secara tuntas penyebab ledakan tersebut, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa ini.

Related posts