SURABAYA, HeadlineJatim.com – Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan dominasi nasional dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sebanyak 29.406 siswa asal Jatim dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.
Berdasarkan data resmi yang dirilis laman SNPMB pada Selasa (31/3), jumlah siswa Jatim yang diterima mencapai sekitar 29 ribu dari total 108.122 pendaftar. Angka ini menempatkan Jatim di posisi teratas, disusul Jawa Barat dengan 18.365 siswa diterima dan Jawa Tengah 16.326 siswa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut sebagai indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.
“Alhamdulillah, Jatim kembali menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak siswa lolos SNBP selama tujuh tahun berturut-turut. Ini menunjukkan kualitas pendidikan kita terus berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Menurut Khofifah, tingkat penerimaan siswa Jatim pada SNBP 2026 mencapai sekitar 27,20 persen. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya daya saing pelajar Jatim di tingkat nasional.
Selain faktor kualitas siswa, Khofifah juga menyoroti strategi pemetaan yang dilakukan sekolah sebagai kunci keberhasilan. Melalui pemetaan tersebut, sekolah dapat mengukur peluang kelulusan berdasarkan keketatan program studi hingga peringkat siswa.
“Pemetaan ini terbukti efektif meningkatkan peluang diterima di PTN setiap tahun,” katanya.
Tak hanya unggul dalam jalur SNBP, Jatim juga mencatatkan jumlah penerima terbanyak nasional untuk kategori Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jatim, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan lolos.
Jumlah tersebut melampaui provinsi lain seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Aceh, dan Jawa Tengah.
Khofifah menegaskan, capaian ini menjadi kabar baik bagi siswa dari keluarga prasejahtera karena membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas.
“Program KIP-K menjadi instrumen penting untuk memastikan tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.
Ia berharap tingginya angka penerimaan KIP-K dapat mendorong pemerataan pembangunan SDM di Jatim, termasuk bagi siswa dari wilayah pesisir dan pelosok.
Di akhir, Khofifah juga memberi semangat kepada siswa yang belum lolos SNBP agar tidak berkecil hati. Ia mengingatkan masih tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri.
“Teruslah berjuang. Kalian adalah masa depan Jawa Timur,” pungkasnya.






