Ekonomi Gresik Tetap Tangguh di Angka 4,91 Persen, Sektor Jasa Tumbuh Melejit

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dalam sebuah kegiatan.(Istimewa)

GRESIK, HeadlineJatim.com– Di tengah terpaan isu efisiensi kebijakan domestik dan fluktuasi ekonomi global, fondasi ekonomi Kabupaten Gresik terbukti tetap kokoh. Hingga Maret 2026, Bumi Giri mencatatkan tren pertumbuhan positif di angka 4,91 persen.

Read More

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai ekonomi Gresik atas dasar harga berlaku kini menembus angka Rp 202.004,47 miliar. Menariknya, meski industri pengolahan masih menjadi tulang punggung, sektor jasa perusahaan justru mencatatkan akselerasi pertumbuhan tertinggi mencapai 9,01 persen.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kemampuan daerah dalam beradaptasi dengan arah kebijakan nasional. Menurutnya, imbauan efisiensi dari Presiden Prabowo Subianto bukan dipandang sebagai hambatan, melainkan momentum untuk mempertajam kualitas belanja daerah.

“Efisiensi bukan memperlambat, tapi menajamkan. Kita arahkan anggaran ke sektor produktif agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani usai agenda One Week bersama OPD, Senin (30/3/2026).

Gus Yani menambahkan, struktur ekonomi Gresik saat ini sangat tangguh karena ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang stabil di angka 61,34 persen, serta kontribusi sektor industri pengolahan yang mencapai 52,58 persen

Sejalan dengan ketangguhan ekonomi, Pemkab Gresik juga memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penuntasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025. Laporan tersebut kini telah rampung 100 persen dan siap memasuki tahap evaluasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Nurul Puspita Wardani, menjelaskan bahwa dalam LPPD kali ini terdapat penyesuaian signifikan dengan hadirnya 51 indikator baru. Fokus utamanya kini beralih dari sekadar administratif menjadi penilaian berbasis outcome atau dampak langsung.

“Indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, hingga IPM menjadi cermin besar keberhasilan pembangunan. Saat ini, trennya sangat positif, terutama pada peningkatan kualitas pembangunan manusia,” jelas Pipit, sapaan akrabnya.

Sinergi antara aktivitas industri yang tetap bergerak, sektor jasa yang tumbuh melejit, serta penguatan tata kelola melalui LPPD diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan Gresik sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Jawa Timur sepanjang tahun 2026.

Related posts