Antrean Kendaraan ke Pelabuhan Ketapang Masih Mengular Belasan Kilometer

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com – Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, masih terjadi hingga belasan kilometer pada Rabu siang. Kepadatan tidak hanya didominasi truk logistik, namun juga kendaraan pribadi dan bus pariwisata tujuan Bali.

Berdasarkan pantauan CCTV pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan tampak mengular hingga kawasan Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Deretan kendaraan besar hingga mobil pribadi harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk ke area pelabuhan.

Read More

Kondisi ini terjadi setelah truk angkutan logistik kembali diizinkan melintas usai pembatasan selama libur Lebaran. Akibatnya, volume kendaraan meningkat signifikan dan memicu kepadatan di jalur menuju pelabuhan.

Selain di jalur utama, kepadatan juga terlihat di dalam area pelabuhan. Kantong-kantong parkir dipenuhi berbagai jenis kendaraan mulai dari mobil pribadi, bus pariwisata, hingga truk besar. Bahkan, kantong parkir khusus truk di Dermaga Bulusan, Kecamatan Kalipuro, dilaporkan penuh oleh kendaraan yang telah mengantre sejak berjam-jam.

Guna mengurai antrean, pihak ASDP Ketapang telah menambah jumlah kapal yang beroperasi. Jika sebelumnya sebanyak 33 kapal, kini ditingkatkan menjadi 36 kapal yang melayani penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Selain itu, sejumlah kapal juga menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.

General Manager ASDP Ketapang Banyuwangi Arief Eko Kurniansjah mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan untuk mengurai kepadatan.

“Kami sudah menambah jumlah kapal yang beroperasi dan menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB) di sejumlah dermaga untuk mempercepat pergerakan kendaraan menuju Bali,” ujar Arief.

Ia menambahkan, pola tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan yang terus meningkat pasca puncak arus balik Lebaran.

“Dengan pola ini, kapal yang selesai bongkar muatan langsung berangkat kembali tanpa menunggu lama, sehingga proses distribusi kendaraan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Namun demikian, Arief mengakui bahwa upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengurai kepadatan kendaraan.

“Meski berbagai upaya percepatan dan pengaturan operasional sudah dilakukan, namun antrean kendaraan yang menuju Bali masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Akibat kondisi ini, aktivitas warga di sekitar jalur utama menuju pelabuhan juga ikut terganggu. Kemacetan panjang membuat waktu tempuh meningkat drastis, terutama bagi pengguna jalan yang tidak menuju pelabuhan.

Pihak ASDP bersama instansi terkait masih terus melakukan evaluasi dan koordinasi untuk mencari solusi terbaik guna mengurai antrean yang terjadi.

Related posts