Rerimbunan Bambu Roboh Timpa Kabel Listrik, 5 Desa di Kecamatan Sukorambi Padam

JEMBER Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (31/3/2026) sore memicu gangguan kelistrikan cukup luas.

​Hal ini terjadi setelah rerimbunan bambu roboh dan menimpa jaringan kabel listrik di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur.

Read More

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.09 WIB itu menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya termasuk Kelurahan Sempusari dan kawasan Jalan Lumba-lumba. Akibatnya, ada 5 desa yang sempat mengalami pemadaman aliran listrik.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan bermula saat cuaca ekstrem menyebabkan batang-batang bambu tumbang dan mengenai jaringan listrik milik PLN.

​Dampak benturan tersebut memicu gangguan hingga menyebabkan gardu listrik mengalami gangguan teknis yang berujung pada pemadaman mendadak. Situasi sempat membuat warga panik karena listrik padam terjadi menjelang malam hari saat aktivitas rumah tangga meningkat.

​Manager ULP Jember Kota, Jermia Deviadri Raharjo, menjelaskan bahwa gangguan tersebut murni disebabkan faktor alam.

​“Bambu kena kabel kami, makanya sempat terjadi gangguan hingga berdampak pada gardu listrik. Sekitar 5 desa di wilayah setempat yang sempat terdampak padam,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.

​Ia menambahkan bahwa begitu menerima laporan, petugas langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas langsung melakukan penelusuran dan penanganan secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan.

​Proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Pada pukul 18.44 WIB, sebagian wilayah sebelum Jalan Lumba-lumba mulai kembali mendapatkan aliran listrik. Sementara itu, upaya perbaikan terus dilanjutkan hingga akhirnya seluruh pelanggan kembali menikmati listrik secara normal pada pukul 19.21 WIB.

​“Alhamdulillah, penyaluran listrik sudah kembali normal secara bertahap dan saat ini seluruh pelanggan telah menyala,” tambah Jermia.

​PLN memastikan bahwa seluruh sistem kelistrikan di wilayah terdampak telah kembali stabil dalam waktu kurang dari dua jam sejak gangguan terjadi. Meski demikian, pihaknya mengakui bahwa proses penanganan sempat menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat saat perbaikan berlangsung.

Related posts