Diduga Depresi, Pria di Banyuwangi Tega Bacok Ibu Kandung Hingga Tewas

Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP.(istimewa)

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com- Warga Dusun Ringinsari (Kampung Baru Lampon), Desa Pesanggaran, Banyuwangi, digegerkan dengan aksi penganiayaan sadis pada Selasa (31/3/2026) dini hari.

Read More

​Seorang pria berinisial AS (31), tega menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia. Tak hanya sang ibu, rekan kerja pelaku juga menjadi korban luka parah.

​Peristiwa berdarah ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Diduga kuat, pelaku nekat melakukan aksi keji tersebut karena mengalami depresi berat.

​”Benar telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu luka berat. Pelaku merupakan anak kandung dari korban meninggal,” ujar Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur pada Selasa (31/3/2026).

​Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saat itu, suasana malam yang sepi mendadak pecah oleh suara keributan dan teriakan minta tolong dari rumah korban.

​Mendengar teriakan tersebut, saksi bergegas keluar rumah untuk mengecek. Namun, pemandangan mengerikan tersaji di depan matanya. Dua orang penghuni rumah sudah tergeletak bersimbah darah di halaman.

​”Saksi melihat korban sudah tergeletak. Saat hendak mendekat, muncul pelaku dari dalam rumah sambil membawa senjata tajam jenis parang dan pisau. Karena merasa terancam, saksi langsung lari meminta bantuan warga dan anggota Marinir di Pos Lampon,” jelas Maskur.

​Akibat amukan pelaku, sang ibu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka robek serius di bagian kepala sebelah kanan.

​Sementara itu, korban lainnya merupakan rekan kerja pelaku asal Bogor, Jawa Barat. Korban mengalami luka bacok di bagian tangan hingga menyebabkan jari-jarinya putus.

​Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RS Al Huda Gambiran setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Puskesmas Pesanggaran.

Dugaan Depresi Pasca Perceraian

​Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga, AS diduga mengalami gangguan kejiwaan atau depresi. Kondisi ini mulai terlihat sejak pelaku bercerai dengan istrinya sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu.

​”Menurut keterangan warga, akhir-akhir ini pelaku memang sering marah-marah tanpa sebab yang jelas. Diduga depresi semenjak bercerai,” tambah Kapolsek.

​Pihak kepolisian dari Polsek Pesanggaran yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku beserta barang bukti. Polisi mengamankan berupa parang, pisau, dan sebatang kayu.

​Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

​”Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas untuk visum korban dan dengan Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi untuk observasi kondisi kejiwaan pelaku. Saat ini pelaku sudah kami amankan di Mapolsek Pesanggaran,” pungkas Kompol Maskur.

Related posts