BANYUWANGI HeadlineJatim.com– Menghadapi ledakan pemudik pada puncak arus balik Lebaran 2026, otoritas Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mengambil langkah taktis. Skema percepatan bongkar muat diberlakukan secara penuh untuk mencegah antrean meluber keluar area pelabuhan, Minggu (29/3/2026).
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menyebut pihaknya telah menyiagakan total 55 armada kapal untuk melayani penyeberangan Selat Bali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kapal dioperasikan secara intensif pada puncak arus balik hari ini.
“Kami menerapkan sistem operasional padat dengan metode Tiba Angkut Penuh Berangkat. Ini dilakukan untuk mempercepat pengosongan area parkir di dalam pelabuhan,” terang Yossianis.
Dengan sistem ini, kapal yang baru bersandar dan selesai melakukan bongkar muatan akan langsung diisi penuh oleh kendaraan yang sudah mengantre di dermaga, tanpa harus menunggu jadwal keberangkatan normal. Prioritas utama diberikan kepada kendaraan roda dua dan mobil pribadi guna memastikan perputaran (turnaround time) kapal tetap tinggi.
Yossianis memaparkan, bahwa langkah ini krusial mengingat volume kendaraan yang sangat masif.
“Laporan terbaru dari posko angkutan lebaran, jumlah kendaraan yang sudah diseberangkan ke Bali mencapai 326.264 unit. Roda dua masih mendominasi dengan 163.144 unit,” jelas Yossianis.
Meski jutaan orang sudah kembali ke Bali, data statistik menunjukkan tantangan belum usai. ASDP mencatat masih ada sekitar 53 persen penumpang atau setara 275.122 orang yang terpantau belum kembali ke perantauan.
Hal inilah yang memicu kepadatan di kantong-kantong parkir sejak Minggu pagi. Para pemudik, seperti Mansur asal Genteng, mengaku harus bersabar mengantre demi mengejar waktu masuk kerja pada Senin esok.
“Sudah antre setengah jam di dermaga. Karena Senin sudah harus kerja, jadi memang pilih menyeberang hari ini,” kata Mansur.
Hingga siang hari, petugas di lapangan terus melakukan pengaturan lalu lintas di pintu masuk pelabuhan. Pengguna jasa diimbau untuk memastikan ketersediaan saldo tiket elektronik (Ferizy) sebelum memasuki area pelabuhan guna menghindari sumbatan di gerbang check-in.






