Mobil Pemudik Berisi Satu Keluarga Ringsek, Usai Terjun ke Sungai Lamong Gresik

GRESIK, HeadlineJatim.com– Sebuah insiden kecelakaan tunggal yang menegangkan menimpa satu keluarga pemudik di Jembatan Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Sabtu (28/3/2026). Satu unit minibus Daihatsu Xenia terjun bebas ke aliran Sungai Lamong setelah pengemudi kehilangan kendali di tikungan tajam.

Detik-detik pasca-kejadian tersebut sempat terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial. Tampak kerumunan masyarakat memadati bibir jembatan untuk membantu mengevakuasi para korban yang terjebak di dalam mobil di tengah aliran sungai.

Read More

Kecelakaan bermula saat rombongan satu keluarga yang dikemudikan oleh Agus Yuniardi (62), warga Rungkut, Surabaya, dalam perjalanan pulang usai merayakan Lebaran di Bojonegoro. Sebelum kembali ke Surabaya, rombongan ini menyempatkan diri mampir ke rumah kerabat di wilayah Benjeng.

Saat melintas dari arah utara menuju selatan, pengemudi diduga kurang menguasai medan jalan yang menikung tajam tepat sebelum memasuki jembatan. Akibatnya, mobil hilang kendali, sempat menyerempet pasangan suami istri pengendara motor Honda CBR dari arah berlawanan, hingga akhirnya menghantam pembatas jembatan dan terjun ke sungai.

“Pengemudi diduga tidak paham kondisi jalan yang menikung tajam, sehingga tidak mampu menguasai kemudi saat berbelok ke arah jembatan,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Iptu Andri Aswoko, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Meskipun mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan terendam air sungai, mukjizat terjadi bagi para penumpang. Di dalam mobil tersebut terdapat empat orang, yakni Agus (sopir), istri, anak, dan seorang cucu yang masih berusia empat tahun.

Sesaat setelah mobil mendarat di air, warga sekitar langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan para korban. Beruntung, pintu mobil masih bisa dibuka sehingga evakuasi berlangsung cepat.

“Alhamdulillah, seluruh penumpang minibus maupun pengendara motor yang terserempet hanya mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Para korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis,” tambah Iptu Aswoko.

Proses evakuasi bangkai mobil dari dasar Sungai Lamong berlangsung cukup alot. Satlantas Polres Gresik harus mengerahkan alat berat crane untuk mengangkat minibus tersebut ke daratan. Dibutuhkan waktu sekitar empat jam hingga akhirnya kendaraan berhasil dievakuasi di tengah kerumunan warga yang menonton.

Pihak kepolisian mengimbau kepada para pemudik, khususnya di masa arus balik Lebaran ini, untuk selalu waspada dan menjaga konsentrasi. Pengemudi diminta lebih berhati-hati saat melintasi jalur yang belum dikenali atau memiliki kontur jalan yang ekstrem demi keselamatan bersama.

Related posts