Banjir Pasuruan Berdampak pada 4.822 KK, DPRD Jatim Ingatkan Risiko Penyakit Pasca Bencana

Tim Bencana BPBD Jawa Timur Melakukan Penanganan Bencana Banjir Pasuruan.(Foto: BPBD Jawa Timur)

PASURUAN, HeadlineJatim.com – Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan sejak beberapa hari terakhir terus berdampak luas. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Jawa Timur per Jumat (27/3/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 4.822 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak, dengan 467 jiwa masih berada di pengungsian.

Read More

Banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 24 Maret 2026 yang menyebabkan luapan sungai serta diperparah oleh kondisi drainase yang kurang memadai. Hingga saat ini, genangan air di sejumlah wilayah terpantau relatif stabil, meski belum sepenuhnya surut.

Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol. Di beberapa titik, ketinggian air bervariasi mulai dari 10 hingga 80 sentimeter.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian muncul dari DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi E, Puguh Wiji Pamungkas, mengingatkan pentingnya penanganan bencana yang dilakukan secara terpadu, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.

Menurutnya, genangan air yang bertahan dalam beberapa hari berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya.

“Penanganan bencana harus melibatkan berbagai pihak, tidak hanya BPBD dan Dinas Sosial, tetapi juga Dinas Kesehatan agar masyarakat terhindar dari risiko penyakit,” ujarnya.

Puguh menilai, kehadiran layanan kesehatan secara langsung di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan kondisi warga terdampak tetap terpantau. Ia mendorong adanya asesmen kesehatan secara menyeluruh, terutama bagi kelompok rentan.

“Perlu dilakukan pendataan dan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.

Sementara itu, dari informasi petugas di lapangan, penanganan kesehatan saat ini lebih banyak dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan bersama puskesmas setempat. Keterlibatan Dinas Kesehatan Jawa Timur dalam penanganan langsung belum terlihat secara signifikan.

Di sisi lain, upaya penanganan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan. BPBD Jawa Timur telah mengirimkan bantuan berupa perahu evakuasi, tenda pengungsian, serta dukungan logistik. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BMKG Maritim untuk memantau kondisi pasang surut air laut.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Dengan kondisi genangan yang masih bertahan dan jumlah warga terdampak yang cukup besar, DPRD Jawa Timur mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara maksimal.

Related posts