Polres Probolinggo Perketat Keamanan Wisatawan di Kawasan Gunung Bromo

PROBOLINGGO, HeadlineJatim.com– Gunung Bromo tetap menjadi magnet utama destinasi wisata alam di Jawa Timur. Lonjakan pengunjung mulai terlihat signifikan pada masa libur Lebaran Idulfitri, khususnya sejak H+3, setelah sebelumnya kawasan ini ditutup sementara untuk menghormati Hari Raya Nyepi.

Guna menjaga kenyamanan pengunjung, Polres Probolinggo Polda Jatim meningkatkan intensitas patroli di seluruh kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan bahwa langkah ini merupakan antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan serta upaya memastikan situasi tetap kondusif.

Read More

AKBP Latif menjelaskan bahwa personel difokuskan pada titik-titik keramaian, seperti kawasan lautan pasir, kawah Bromo, hingga jalur akses utama melalui Kabupaten Probolinggo.

“Kehadiran kami merupakan bentuk pelayanan nyata bagi masyarakat yang berlibur di Gunung Bromo agar mereka merasa aman dan nyaman,” ujar AKBP Latif saat memimpin patroli di Gunung Bromo, Selasa (24/3/2026).

Selain aspek keamanan, Kapolres turut menyoroti pentingnya kelestarian lingkungan di tengah membludaknya wisatawan. Ia mengimbau seluruh pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga ekosistem kawasan konservasi tersebut.

Lebih lanjut, AKBP Latif mengingatkan para pengendara untuk tetap waspada saat melintasi jalur menuju Bromo yang dikenal memiliki kontur ekstrem.

“Kami mengingatkan wisatawan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan selalu memperhatikan rambu peringatan di sepanjang jalur ekstrem menuju lokasi,” tambahnya.

Kehadiran petugas di lapangan mendapat apresiasi positif dari pengunjung. Anik, seorang wisatawan asal Blora, Jawa Tengah, yang datang bersama rombongan kerjanya, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya personel Kepolisian yang bersiaga.

“Pemandangan Bromo sangat indah, dan rasa aman kami bertambah karena banyak polisi yang berpatroli. Kami tidak khawatir lagi dengan potensi tindak kejahatan di lokasi yang ramai seperti ini,” kata Anik.

Senada dengan wisatawan, pelaku jasa transportasi wisata di Bromo juga merasakan dampak positif dari perbaikan sistem pengamanan dan pengelolaan pintu masuk. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pengelola dan kepolisian berhasil meminimalisir kemacetan di loket tiket yang sebelumnya kerap dikeluhkan.

“Penanganan di pintu masuk sekarang lebih cepat. Pengunjung lebih lancar, dan keamanan kami sebagai pelaku jasa juga lebih terjamin dengan adanya patroli rutin ini,” pungkasnya.

Related posts