Dramatis Selama 1,5 Jam Evakuasi Ular Piton 3 Meter di Atas Plafon Rumah Warga Jember

Jember, HeadlineJatim.com– Suasana tenang libur Lebaran di Lingkungan Condro Utara, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Jember, mendadak gempar. Seekor ular piton sepanjang 3 meter ditemukan bersembunyi di plafon rumah warga pada Minggu (22/3/2026) sore.

Pemilik rumah, Pramono, pertama kali menyadari keberadaan reptil tersebut sekitar pukul 15.30 WIB saat mendengar suara mencurigakan dari arah atap.

Read More

“Awalnya dikira suara tikus atau hewan kecil, tapi setelah diperiksa ternyata ada ular besar di sela-sela atap. Pemilik rumah langsung panik dan meminta bantuan,” ujar seorang warga berinisial SY di lokasi kejadian.

Proses Evakuasi yang Sulit

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Regu C Damkarmat Mako Pemkab Jember mengerahkan empat personel ke lokasi. Komandan Regu, Syamsullah, mengungkapkan bahwa posisi ular yang terjepit di antara usuk atap dan dinding bata menjadi kendala utama.

“Posisinya terjepit di struktur bangunan yang sempit, sehingga ruang gerak petugas terbatas. Kami harus ekstra hati-hati agar tidak melukai ular maupun merusak konstruksi rumah,” jelas Syamsullah.

Selain posisi yang sempit, ketinggian plafon yang mencapai 4 meter memaksa petugas menggunakan dua tangga tambahan untuk menjangkau titik persembunyian ular tersebut.

Dramatis Selama 1,5 Jam

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu hingga satu setengah jam. Ketegangan sempat terjadi saat ular mencoba bertahan di celah kayu, namun kesigapan petugas akhirnya membuahkan hasil.

Sekitar pukul 17.00 WIB, ular jenis sanca kembang (python) tersebut berhasil ditarik keluar dan langsung diamankan ke dalam karung.

“Ular dengan panjang sekitar 3 meter ini kami bawa ke Mako Damkarmat untuk penanganan lebih lanjut sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat asli yang jauh dari permukiman,” tambahnya.

Syamsullah juga mengimbau warga untuk segera melapor ke petugas jika menemukan hewan berbisa atau predator yang masuk ke lingkungan rumah, guna menghindari penanganan mandiri yang berisiko bagi keselamatan.

Related posts