LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro? Pertamina Tambah 90.487 Tabung untuk Redam Gejolak

Bojonegoro, Headlineaajatim.com – Kabar kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Bojonegoro sempat memicu keresahan warga. Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon di pangkalan, bahkan harga di tingkat pengecer dilaporkan sempat menyentuh Rp25 ribu per tabung.

Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) bergerak cepat bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Read More

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa distribusi LPG 3 kg sebenarnya tetap berjalan sesuai ketentuan. Namun, lonjakan kebutuhan di sejumlah titik menyebabkan stok di pangkalan cepat habis, sehingga memicu persepsi kelangkaan di masyarakat.

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Pertamina melakukan penguatan pengawasan distribusi sekaligus percepatan suplai ke wilayah terdampak. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jalur distribusi hingga ketersediaan stok di tingkat pangkalan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga pasokan agar tetap tersedia bagi masyarakat.

“Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan kebutuhan selama Maret 2026, Pertamina juga menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme fakultatif dan ekstra dropping. Total tambahan yang digelontorkan mencapai 8 persen atau setara 90.487 tabung LPG 3 kg di Jawa Timur.

Di sisi lain, Pertamina turut mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri yang bersiaga selama 24 jam. Tim ini bertugas memantau distribusi hingga ke tingkat pangkalan, sekaligus memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan, termasuk penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak di lapangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan LPG bersubsidi, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.

Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan energi bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Karena itu, masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih diimbau menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi lebih tepat sasaran.

Untuk memudahkan akses, masyarakat dapat mengecek lokasi pangkalan resmi terdekat melalui situs MyPertamina. Selain itu, layanan Call Center Pertamina di nomor 135 juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi terkait distribusi LPG.

Dengan tambahan pasokan dan penguatan pengawasan ini, Pertamina memastikan distribusi LPG 3 kg di Bojonegoro tetap terjaga, sekaligus menjawab keresahan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersubsidi.

Related posts