Surabaya, HeadlineJatim.com – Penetapan Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam. Tahun ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan tersebut dihasilkan melalui Musyawarah Nasional Tarjih yang mengadopsi sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sebuah pendekatan yang tidak hanya berbasis perhitungan astronomi, tetapi juga membawa semangat penyatuan waktu ibadah umat Islam di seluruh dunia. Dengan memandang bumi sebagai satu kesatuan wilayah (matlak), sistem ini diharapkan mampu meminimalkan perbedaan penentuan awal bulan Hijriah antarnegara.
Pendekatan ini diperkuat dengan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang selama ini menjadi rujukan Muhammadiyah dalam menentukan kalender Islam secara lebih presisi dan terukur.
Di tingkat daerah, kesiapan menyambut Idulfitri pun langsung terasa. Di Surabaya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya telah menyiapkan 104 titik lokasi Sholat Idulfitri yang tersebar di 31 kecamatan.
Sebaran ini bukan tanpa alasan. Dengan karakter kota yang padat dan dinamis, penyediaan banyak titik menjadi langkah strategis agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih mudah, nyaman, dan tidak terpusat di satu lokasi saja. Mulai dari halaman sekolah, masjid, lapangan terbuka, hingga fasilitas umum, semuanya dimanfaatkan sebagai ruang ibadah bersama.
Koordinasi pelaksanaan dilakukan secara berjenjang, dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) hingga Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) di masing-masing wilayah, memastikan setiap titik berjalan tertib dan terorganisir.
Jika ditelusuri lebih jauh, sebaran lokasi ini mencerminkan pemerataan akses ibadah di seluruh penjuru kota. Di wilayah timur seperti Sukolilo misalnya, terdapat lima titik strategis seperti Halaman SD Muhammadiyah 26, Sekolah Alam Insan Mulia, hingga Lapangan Parkir KONI Jatim. Sementara di pusat kota seperti Genteng, jamaah dapat memilih lokasi di sekitar Masjid Bahagia Peneleh, Lapangan Cendana, atau kawasan Blauran.
Beranjak ke wilayah selatan, kawasan Wonokromo dan Karangpilang juga menyiapkan sejumlah titik yang cukup luas, seperti Lapangan Waduk Kedurus, Lapangan Sepak Bola Kebraon, hingga kompleks perguruan Muhammadiyah di Kemlaten. Lokasi-lokasi ini diprediksi mampu menampung jamaah dalam jumlah besar.
Sementara itu, wilayah barat seperti Tandes dan Pakal menghadirkan alternatif lokasi yang tersebar di lingkungan permukiman hingga fasilitas umum. Mulai dari Masjid Al Ittihad Manukan, Perumnas Manukan Kulon, hingga Lapangan Kelurahan Pakal. Pendekatan ini membuat masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melaksanakan Sholat Id.
Di kawasan utara seperti Kenjeran dan Semampir, lokasi Sholat Id juga ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk di sekitar akses menuju Jembatan Suramadu dan kawasan padat penduduk. Hal ini menjadi penting untuk mengurai potensi kepadatan jamaah.
Menariknya, fenomena tahun ini menunjukkan semakin fleksibelnya ruang kota sebagai tempat ibadah. Tidak hanya masjid dan lapangan, sejumlah lokasi juga berada di area parkir, halaman perkantoran, hingga kawasan komersial. Ini menjadi gambaran bagaimana ruang publik di perkotaan dapat bertransformasi menjadi ruang spiritual dalam momen-momen penting seperti Idulfitri.
Adapun secara lengkap, berikut sebaran 104 lokasi Sholat Idulfitri Muhammadiyah di Surabaya:
Sukolilo (5 lokasi):
SD Muhammadiyah 26, Sekolah Alam Insan Mulia, RS Premier Nginden, SWK Semolowaru, KONI Jatim
Genteng (3 lokasi):
Masjid Bahagia Peneleh, Lapangan Cendana, Blauran
Semampir (2 lokasi):
Masjid Al Mukhlis, Masjid Al Ikhlas
Tegalsari (3 lokasi):
Taman Persahabatan Korea, Kedungdoro, Masjid Al Ikhlas Wonorejo
Wonokromo (3 lokasi):
Masjid Asy Syuhada, Masjid Al Mufidah, Darmo
Karangpilang (6 lokasi):
Waduk Kedurus, Gunungsari Indah, Kemlaten, Kebraon, Lapangan Karangpilang, Warugunung
Tandes (6 lokasi):
Banjar Sugihan, Manukan Kulon, Perumnas Manukan, MI Muhammadiyah 23, Balongsari, Darmo Harapan
Gubeng (5 lokasi):
Lapangan Hokky, Masjid Ar Rahman, Suryanaga, Samsat Manyar, Masjid Asy Syuro
Pabean Cantikan (2 lokasi):
Pengampon, Kebalen
Simokerto (2 lokasi):
Kapasan, Sidoyoso
Krembangan (5 lokasi):
Dupak Bangunsari, Rajawali, Hotel Antariksa, Tambak Asri, Dupak Bandarejo
Bubutan (4 lokasi):
Jalan Pahlawan, Demak Barat, Jatisari, Dupak
Kenjeran (6 lokasi):
Platuk, Kedung Cowek, Bulak Banteng, Sidotopo Wetan, Suramadu
Mulyorejo (5 lokasi):
Taman Galaxy, City Nine, Kalijudan, Umsura, Kenjeran
Pakal (4 lokasi):
Benowo Indah, Lapangan Pakal, Pasar Raci, Sumberlanggeng
Bulak (3 lokasi):
Masjid Al Mustofa, SD Muhammadiyah 9, Kantor Kecamatan
Tenggilis Mejoyo (2 lokasi):
Masjid Al Kahfi, Masjid Al Furqon
Benowo (1 lokasi):
Masjid Al Ghariib
Wiyung (3 lokasi):
Weta Toserba, Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung
Dukuh Pakis (1 lokasi):
Masjid Al Fajr
Asemrowo (1 lokasi):
Masjid Al Qolam
Wonocolo (1 lokasi):
Jatim Expo
Gayungan (1 lokasi):
Masjid Al Muttaqin
Sawahan (6 lokasi):
Putat Jaya, Banyu Urip, Jalan Bromo, Pakis, Pakis Gunung, Petemon
Jambangan (1 lokasi):
Pagesangan
Rungkut (2 lokasi):
Medokan Ayu, Wonorejo
Dengan sebaran yang luas ini, masyarakat memiliki keleluasaan untuk memilih lokasi Sholat Id yang paling dekat dan sesuai dengan kebutuhan. Selain memudahkan akses, langkah ini juga membantu menghindari penumpukan jamaah di satu titik.
Pada akhirnya, Idulfitri bukan hanya tentang penetapan tanggal, tetapi juga tentang bagaimana umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh kebersamaan.
Bagi warga Surabaya, pilihan lokasi sudah tersedia di seluruh penjuru kota. Kini, yang perlu dilakukan hanyalah menentukan titik terdekat—dan menyambut hari kemenangan dengan penuh kesiapan.






