Gresik, HeadlineJatim.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik terus menunjukkan dominasinya sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Hingga tahun 2025, KEK Gresik mencatatkan realisasi investasi fantastis sebesar Rp106,3 triliun.
Angka tersebut setara dengan 30 persen atau hampir sepertiga dari total investasi seluruh KEK di Indonesia yang mencapai Rp336 triliun. Capaian ini menegaskan posisi Gresik sebagai pusat hilirisasi industri strategis di tanah air.
Berdasarkan kajian dari Prospera dan LPEM Universitas Indonesia, wilayah yang berstatus KEK terbukti memiliki daya tarik jauh lebih kuat dibandingkan wilayah non-KEK.
KEK mampu menarik investasi hingga 77 persen lebih tinggi, bahkan untuk sektor industri, investasi asing langsung (FDI) bisa melonjak hingga 179 persen.
External Relation and Special Economic Zone Director KEK Gresik, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, menjelaskan bahwa akumulasi investasi di kawasan JIIPE sebelum dan sesudah ditetapkan sebagai KEK kini telah mencapai Rp111,5 triliun.
“Realisasi investasi ini berasal dari periode 2021 hingga 2025. Sebelum ditetapkan sebagai KEK, kawasan ini mencatat investasi sebesar Rp5,2 triliun,” ujar Roro Ayu.
Melejitnya investasi ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dampak sosial dan ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Gresik. Data menunjukkan tren positif pada dua indikator utama:
Penurunan Pengangguran: Tingkat pengangguran di Gresik turun drastis dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir.
Peningkatan IPM: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik naik dari 77,30 (2021) menjadi 79,69 (2025).
Selain itu, KEK Gresik aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga infrastruktur sosial bagi warga sekitar kawasan.
Di tingkat nasional, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada tahun 2029. KEK Gresik diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung utama untuk mencapai target tersebut.
Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menambahkan bahwa indikator makro ekonomi Indonesia saat ini masih sangat solid.
“Inflasi terkendali dan Purchasing Managers’ Index (PMI) kita berada di level 53, salah satu yang tertinggi,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, KEK Gresik diharapkan terus memperkuat transformasi ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.






