Gas Melon Langka di Banyuwangi, Warga Genteng Antre Subuh Rp 30 Ribu pun Diburu

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Kelangkaan gas elpiji 3 kg atau “gas melon” mulai dirasakan warga di wilayah selatan Banyuwangi. Ratusan warga di Kecamatan Genteng rela mengantre sejak subuh demi mendapatkan gas bersubsidi dalam operasi pasar di Pendopo Kecamatan Genteng, Rabu (18/3/2026).

Sejak pukul 05.00 WIB, antrean sudah mengular panjang. Warga datang membawa tabung kosong dan fotokopi KTP untuk bisa membeli gas dengan harga sesuai ketentuan.

Read More

Sekitar 200 tabung didatangkan menggunakan mobil pikap. Antrean pun tak terbendung saking banyaknua warga yang menyesaki halaman Kantor Camat Genteng.

Kelangkaan ini berdampak pada lonjakan harga di tingkat pengecer. Warga mengaku harga gas melon kini tembus hingga Rp 30 ribu per tabung jauh di atas harga normal.

Yuli Ermawati (37), warga Dusun Kaliputih, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng , mengaku sudah sepekan terakhir kesulitan mendapatkan gas. Kalaupun ada, harganya sudah tidak wajar.

“Di warung sudah Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Tapi tetap saja susah dicari. Sepekan ini benar-benar langka,” ujarnya.

Menurut Yuli, warga sebenarnya tidak mempermasalahkan harga selama barang tersedia.

“Mau mahal juga tidak apa-apa, sampai Rp 30 ribu pun kami beli. Yang penting ada barangnya, ini justru gasnya tidak ada,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan, Sugeng Hariyadi (60), warga Desa Setail. Ia mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas sejak beberapa hari terakhir.

“Sejak hari Minggu sudah susah. Dapur di rumah hampir tidak ngebul karena tidak ada gas,” kata Sugeng.

Ia langsung datang ke lokasi begitu mendengar ada operasi pasar. Namun antrean panjang membuatnya harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

“Datang pagi, tapi yang antre sudah ratusan. Tidak tahu kebagian atau tidak,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, distribusi gas masih terus berlangsung. Warga pun terus berdatangan demi mendapatkan jatah tabung yang disediakan.

Namun mereka masih dilanda dibayangi ketidakpastian tak mendapatkan jatah gas melon. Warga berharap operasi pasar bisa dilakukan lebih sering untuk menekan kelangkaan dan lonjakan harga di tingkat pengecer, terutama menjelang hari raya.

Related posts