Surabaya, HeadlineJatim.com – Kondisi darurat bisa terjadi kapan saja saat perjalanan mudik Lebaran. Kelelahan, dehidrasi, hingga penyakit yang kambuh mendadak kerap dialami pemudik, terutama di tengah perjalanan panjang dan padat.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan menyiapkan dua akses utama yang bisa langsung digunakan masyarakat, layanan darurat 119 dan 217 pos kesehatan di sepanjang jalur mudik Lebaran 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik jika mengalami kondisi darurat di jalan.
“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi 119 untuk mendapatkan bantuan medis secepat mungkin,” ujarnya dalam keterangan resmi, Maret 2026.
Nomor 119, Akses Cepat Saat Darurat
Layanan Public Safety Center (PSC) 119 telah aktif di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Nomor ini menjadi jalur utama bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis dalam kondisi darurat.
Melalui layanan 119, pemudik bisa memperoleh bantuan saat mengalami berbagai situasi, seperti kecelakaan lalu lintas, pingsan, kelelahan ekstrem, hingga serangan penyakit mendadak.
Petugas akan merespons laporan dan mengoordinasikan penanganan, termasuk pengiriman ambulans atau rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.
217 Pos Kesehatan di Jalur Mudik
Selain layanan call center, Dinas Kesehatan juga menyiapkan 217 pos kesehatan yang tersebar di titik-titik strategis dengan mobilitas tinggi.
Pos kesehatan tersebut berada di terminal, stasiun, pelabuhan, rest area, tempat ibadah, hingga kawasan wisata.
Fasilitas ini berfungsi sebagai titik layanan kesehatan awal bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan ringan hingga sedang sebelum dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan.
447 Rumah Sakit Siaga 24 Jam
Untuk mendukung penanganan lanjutan, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran.
Kesiapan ini memastikan pemudik tetap mendapatkan layanan medis secara menyeluruh, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan intensif.
Dinas Kesehatan Jawa Timur juga menyiagakan lebih dari 8.000 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan tradisional, serta pengemudi ambulans.
Seluruh personel ditempatkan melalui sistem piket untuk memastikan layanan tetap berjalan tanpa henti selama periode mudik.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, antara lain dengan beristirahat secara berkala, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta membawa obat pribadi bagi yang memiliki riwayat penyakit.
Dengan aktivasi layanan 119 dan penyebaran 217 pos kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan masyarakat memiliki akses cepat terhadap layanan medis selama perjalanan mudik.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, sehingga pemudik dapat sampai ke tujuan dan merayakan Idulfitri bersama keluarga dalam kondisi sehat.






