Dirut RSUD Dr. Soetomo, Cita Rosita
Surabaya, HeadlineJatim.com – Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, kesiapsiagaan layanan kesehatan menjadi perhatian serius. Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyiagakan 7.088 tenaga medis dan petugas pendukung untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal selama libur panjang Lebaran.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien yang biasanya terjadi saat masyarakat melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Lebaran bersama keluarga.
Direktur Utama Cita Rosita mengatakan ribuan tenaga medis tersebut terdiri dari dokter spesialis, subspesialis, perawat hingga petugas administrasi yang akan bertugas secara bergiliran.
“SDM yang bertugas selama libur Lebaran sekitar 7.088 orang, mulai dari dokter, subspesialis, spesialis yang jaga onsite maupun on call, kemudian perawat hingga petugas lainnya sampai kasir,” ujarnya.
Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu juga memastikan seluruh fasilitas pendukung telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari obat-obatan, stok darah, alat kesehatan hingga sistem rujukan terpadu agar pelayanan tetap berjalan selama masa libur.
“Kemudian sarana prasarana, obat-obatan, darah, alkes dan aldok juga sudah menyiapkan diri. Sistem rujukan terpadu tetap berjalan selama libur Lebaran,” tambahnya.
Penyakit Metabolik Diprediksi Mendominasi Pasien
Meski libur Lebaran sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, data rumah sakit menunjukkan pola yang berbeda.
Menurut Cita Rosita, pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) saat libur Lebaran justru lebih banyak disebabkan oleh penyakit metabolik dan gangguan kesehatan non-kecelakaan.
“Sepuluh penyakit terbanyak saat liburan tahun lalu antara lain kelainan darah, metabolik, diabetes, hipertensi, gangguan elektrolit hingga gangguan saluran cerna seperti diare dan muntah,” jelasnya.
“Jadi bukan kecelakaan lagi, tapi lebih banyak penyakit metabolik,” lanjutnya.
Data kunjungan IGD pada libur Lebaran 2025 menunjukkan pasien dewasa mendominasi dengan jumlah 546 orang, sementara pasien usia 1–18 tahun tercatat 147 orang.
Salah satu kasus yang paling banyak ditemukan adalah gangguan metabolisme protein plasma yang mencapai 210 pasien selama periode tersebut.
7.088 Tenaga Medis Disiagakan di RSUD Dr Soetomo, Penyakit Metabolik Diprediksi Mendominasi Pasien Lebaran
Lonjakan penyakit metabolik saat Lebaran tidak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat.
Hidangan khas Lebaran yang tinggi gula, garam dan lemak kerap dikonsumsi berlebihan, terutama oleh masyarakat yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dan hipertensi.
“Misalnya penderita hipertensi makan terlalu banyak makanan asin, kemudian penderita diabetes mengonsumsi makanan manis yang tidak terkontrol,” kata Cita Rosita.
Selain itu, makanan yang sudah tidak layak konsumsi juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare dan muntah.
“Kadang ada makanan yang sudah tidak baik dimakan sehingga menyebabkan diare dan muntah,” ujarnya.
Siapkan 1.188 Tempat Tidur Rawat Inap
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien selama libur Lebaran, RSUD Dr Soetomo juga menyiapkan 1.188 tempat tidur bagi pasien rawat inap.
Kapasitas tersebut masih dapat diperluas apabila terjadi peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan selama masa libur.
“Sebetulnya bisa di-extend, tapi semoga tidak diperlukan extend,” pungkas Cita Rosita.
Dengan kesiapan ribuan tenaga medis serta fasilitas kesehatan yang memadai, RSUD Dr Soetomo Surabaya berharap masyarakat tetap dapat merayakan Lebaran dengan aman sekaligus menjaga pola makan agar risiko penyakit metabolik tidak meningkat selama libur panjang.






