Penguatan Nilai Kebangsaan Dalam Dunia Vokasi, LaNyalla Sosialisasikan Empat Pilar

SURABAYA, headlinejatim.com – Anggota DPD RI/MPR RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi Jawa Timur di Surabaya, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong implementasinya dalam pengembangan dunia vokasi, baik pada sektor pendidikan maupun industri tenaga kerja.

Dalam kesempatan tersebut, LaNyalla menegaskan bahwa penguatan karakter kebangsaan sangat penting bagi generasi muda, khususnya peserta didik dan tenaga kerja di sektor vokasi yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional.

Read More

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan program edukasi untuk memperkokoh semangat nasionalisme, konstitusionalisme, serta persatuan bangsa. Hal ini menjadi semakin penting di tengah arus globalisasi dan berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang,” ujar LaNyalla.

Dalam forum tersebut, LaNyalla menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi bukan sekadar urusan teknis ketenagakerjaan, melainkan fondasi kedaulatan ekonomi nasional yang selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.

“Dunia vokasi tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai kebangsaan agar para lulusan memiliki karakter, integritas dan tanggung jawab dalam membangun bangsa melalui dunia kerja dan industri,” harap LaNyalla.
LaNyalla menyampaikan, tantangan global yang semakin kompleks menuntut tenaga kerja Indonesia tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

“Pilar-pilar kebangsaan kita harus menjadi kompas dalam membangun sistem pendidikan vokasi. Keadilan Sosial dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terwujud ketika anak bangsa memiliki keahlian yang diakui dan mampu mandiri secara ekonomi di tanah airnya sendiri,” ujar LaNyalla.

Ketua DPD RI ke-5 itu menilai ada beberapa point penting yang harus ditekankan. Pertama, kata dia, link and match yang berintegritas atau penyelarasan kurikulum vokasi dengan industri harus mengutamakan kepentingan nasional agar tenaga kerja lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kedua, kemandirian ekonomi yang berarti semangat gotong royong dalam Pancasila harus diterjemahkan ke dalam kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi dan dunia usaha.

“Terakhir, saya berharap kualitas SDM Jawa Timur mampu menjadi motor penggerak industri nasional dan menjadi barometer keberhasilan transformasi vokasi di Indonesia,” harap LaNyalla./adv

Related posts