Banyuwangi, HeadlineJatim.com– Arus mudik menjelang Hari Raya Nyepi mulai membanjiri Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (14/3/2026). Ribuan kendaraan dari Pulau Bali terpantau memadati dermaga sejak pagi hari guna menghindari penutupan operasional pelabuhan yang akan dimulai pekan depan.
Berdasarkan data produksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam 24 jam terakhir pada Sabtu, 14 Maret 2026, tercatat total 25.400 unit kendaraan (gabungan roda 2 dan kendaraan roda 4 ke atas) telah menyeberang di lintasan Selat Bali.
Lonjakan paling signifikan terlihat pada arus dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Jawa). Tercatat sebanyak 19.857 unit kendaraan keluar dari Pulau Dewata dalam sehari. Angka ini didominasi oleh pemudik sepeda motor (Roda 2) yang mencapai 12.611 unit.
Sementara itu, arah sebaliknya dari Jawa menuju Bali juga terpantau ramai dengan total 5.543 unit kendaraan. Berbeda dengan arus dari Bali, penyeberangan dari Jawa didominasi oleh kendaraan roda 4 atau lebih, yakni sebanyak 4.985 unit, termasuk bus-bus yang hendak menjemput pemudik di Bali untuk dibawa kembali ke Pulau Jawa.
General Manager (GM) ASDP Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa para pemudik memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindari jadwal penutupan pelabuhan.
“Kami mencatat adanya tren peningkatan volume kendaraan, terutama dari arah Bali menuju Jawa. Banyak masyarakat yang memilih mudik lebih awal untuk menghindari penutupan total operasional pelabuhan saat Hari Raya Nyepi yang akan dimulai pada 18 hingga 20 Maret mendatang,” ujar Arief Eko.
Momen Nyepi tahun ini yang berdekatan dengan masa mudik Idulfitri juga menjadi alasan warga perantau untuk pulang lebih dini guna menghindari kemacetan parah di kemudian hari.
Guna memastikan kelancaran arus penyeberangan, pihak ASDP telah melakukan langkah antisipasi terhadap potensi antrean panjang.
“Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang maupun kendaraan menjelang Nyepi dan Idulfitri, kami telah menyiagakan sedikitnya 55 armada kapal setiap harinya. Kami pastikan pola pemuatan di dermaga berjalan maksimal agar tidak terjadi antrean panjang di luar area pelabuhan,” tambahnya.
Meski kondisi operasional berjalan lancar, Arief tetap mewaspadai faktor alam di perairan Selat Bali yang dikenal cukup ekstrem.
“Meski saat ini kondisi cuaca terpantau cukup cerah, kami tetap mengimbau kepada seluruh nakhoda dan pengguna jasa untuk selalu waspada. Anomali cuaca di perairan ini bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Data Produksi Penyeberangan (Sabtu, 14 Maret 2026):
1. Dari Bali (Gilimanuk) ke Jawa:
Total Penumpang: 62.747 orang
Sepeda Motor (Roda 2): 12.611 unit
Mobil Pribadi (KK): 4.843 unit
Bus: 551 unit
Truk: 1.852 unit
2. Dari Jawa (Ketapang) ke Bali:
Total Penumpang: 32.794 orang
Sepeda Motor (Roda 2): 558 unit
Mobil Pribadi (KK): 2.134 unit
Bus: 911 unit
Truk: 1.940 unit






