Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Layanan Publik Surabaya Nonstop Selama Mudik Lebaran 2026

Layanan puskesmas Surabaya tetap berjalan optimal di Bulan Suci 2026. (Pemkot Surabaya)

Surabaya, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kesiapsiagaan layanan publik menjelang arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif ini disiapkan bagi warga yang akan bepergian maupun yang tetap bertahan di Kota Pahlawan, Jumat (13/3/2026).

Read More

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dijadwalkan segera menerbitkan surat imbauan resmi kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan serta kelaikan kendaraan pribadi yang digunakan untuk mudik.

Koordinasi Lintas Instansi dan Apel Siaga

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif lintas instansi. Pemkot akan menggelar apel kesiapsiagaan yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai perangkat daerah terkait.

“Bapak Wali Kota akan menyampaikan surat imbauan agar warga memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar M. Fikser saat memberikan keterangan di Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Fikser juga menekankan pentingnya kewaspadaan dini bagi warga yang meninggalkan huniannya. Ia mengimbau warga untuk memeriksa instalasi listrik, mematikan saluran air, serta memastikan rumah dalam keadaan terkunci rapat.

Layanan Vital Tetap Beroperasi

Meski memasuki masa libur panjang, Pemkot Surabaya menjamin layanan vital tidak akan kendor. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan (Faskes) di seluruh Surabaya dipastikan tetap siaga 24 jam dengan sistem kerja shift bagi petugas medis.

“Layanan publik harus tetap berjalan. Petugas akan bekerja bergantian guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur Lebaran,” tambah Fikser.

Lonjakan mobilitas masyarakat selama Idulfitri menjadi perhatian serius setiap tahunnya. Sebagai perbandingan, Kementerian Perhubungan pada tahun-tahun sebelumnya mencatat pergerakan masyarakat secara nasional dapat menembus angka 193 juta orang.

Sebagai kota metropolis, Surabaya menjadi titik krusial baik sebagai kota asal maupun tujuan mudik. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya menilai koordinasi lingkungan, seperti menitipkan rumah kepada tetangga atau petugas keamanan setempat, menjadi kunci utama pencegahan risiko kriminalitas maupun kebakaran selama periode libur panjang ini.

Related posts