Polda Jatim Petakan Jalur Mudik, Pasar Tumpah hingga Titik Lelah Pengendara

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026

Surabaya, HeadlineJatim.com – Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026). Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret.

Read More

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi, mengatakan bahwa gelar pasukan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat saat Idulfitri.

Ia menjelaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas keagamaan selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Menurutnya, perjalanan mudik bukan hanya perpindahan fisik menuju kampung halaman, tetapi juga perjalanan spiritual bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga dan melaksanakan ibadah.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik dan balik, Polda Jatim telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan sejak satu bulan terakhir. Pemetaan dilakukan bersama berbagai instansi terkait seperti Jasa Marga, dinas pekerjaan umum, serta dinas perhubungan di tingkat provinsi dan kabupaten.

Hasil survei tersebut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan mulai dari titik kemacetan, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, hingga titik yang berpotensi menyebabkan kelelahan pengemudi.

Pada jalur arteri, beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya jalur Pantura, jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal Kuda, hingga jalur di kawasan timur Jawa Timur.

Salah satu titik yang menjadi fokus perhatian adalah jalur arteri di Kabupaten Tuban yang berbatasan dengan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Jalur tersebut menjadi lintasan utama kendaraan logistik, terutama kendaraan berat yang tidak melalui jalan tol.

Di wilayah tersebut, kepolisian mencatat sekitar 25 titik yang berpotensi menimbulkan kerawanan lalu lintas, mulai dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro.

Selain itu, potensi kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah juga menjadi perhatian, khususnya di wilayah Pulau Madura yang memiliki sekitar delapan lokasi pasar tumpah yang berpotensi menghambat kelancaran arus kendaraan.

Untuk mendukung kenyamanan pemudik di jalan tol, tersedia sekitar 27 rest area yang tersebar di berbagai ruas tol di Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan dengan kategori tipe A, B, dan C berdasarkan fasilitas yang tersedia.

Pihak kepolisian memastikan seluruh rest area tersebut telah diperiksa sejak jauh hari dan siap digunakan oleh para pemudik sebagai tempat beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Related posts