Gresik, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik merespons kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat pesisir akibat cuaca buruk dalam beberapa bulan terakhir.
Melalui program Bhakti Nelayan Berdaulat, bantuan sosial disalurkan kepada ribuan nelayan serta warga yang terdampak konflik sosial di wilayah utara Gresik.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, di Kantor Kecamatan Ujungpangkah, Rabu (11/3).
Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi nelayan yang mengalami musim paceklik akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Tercatat sebanyak 4.895 nelayan di kawasan pesisir Gresik akan menerima bantuan secara bertahap. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Gresik dengan SKK Migas Jabanusa yang turut mendukung penguatan ekonomi masyarakat nelayan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik, Samaun, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dalam tiga bulan terakhir membuat aktivitas melaut hampir terhenti.
“Sudah hampir tiga bulan teman-teman nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Bantuan ini sangat berarti untuk membantu kebutuhan hidup mereka,” ujarnya.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa pemerintah memahami tantangan yang dihadapi nelayan saat ini. Meski bantuan yang diberikan belum sepenuhnya menutup kerugian yang dialami, langkah ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para nelayan. Pemerintah hadir sesuai regulasi yang ada untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” tutur Alif.
Selain menyalurkan bantuan kepada nelayan, rombongan Pemkab Gresik juga mengunjungi Kecamatan Panceng untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak konflik sosial di Desa Banyutengah dan Desa Campurejo.
Sebanyak 47 warga, mulai dari guru ngaji hingga marbot masjid, menerima bantuan yang bersumber dari pos Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2026. Besaran bantuan diberikan secara variatif sesuai dengan tingkat kerugian yang dialami masing-masing penerima.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, berharap bantuan tersebut dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kembali hubungan sosial antarwarga.
“Semoga bantuan ini bisa membantu pemulihan ekonomi sekaligus menjadi pengikat silaturahmi agar konflik serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Meski situasi keamanan di wilayah Panceng saat ini telah dinyatakan kondusif, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, terlebih di tengah momentum bulan suci Ramadan.






