Surabaya, HeadlineJatim.com – Mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan memicu lonjakan perjalanan besar di berbagai jalur transportasi. Pergerakan jutaan pemudik selama Ramadan hingga Idul Fitri membuat kebutuhan energi, mulai dari BBM, LPG hingga Avtur diprediksi meningkat signifikan.
Mengantisipasi potensi antrean dan lonjakan konsumsi tersebut, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 1.482 SPBU, layanan motorist BBM keliling, serta Satgas energi khusus di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) ini mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026, dengan fokus menjaga kelancaran distribusi energi di jalur transportasi utama, kawasan wisata, hingga wilayah terpencil.
Kesiapan tersebut turut dipaparkan dalam kunjungan kerja Komisi XII DPR RI yang meninjau langsung kesiapan infrastruktur energi menjelang puncak arus mudik di kantor PLN UID Jawa Timur.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan Pertamina dan PLN dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi selama masa libur panjang.
“Strategi yang sudah disiapkan diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi sehingga tidak terjadi gangguan selama periode mudik,” ujarnya.
Pertamina memproyeksikan mobilitas masyarakat selama Lebaran tahun ini akan terjadi dalam empat fase puncak perjalanan, yakni dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran akan berdampak langsung pada konsumsi energi.
“Peningkatan ini seiring meningkatnya perjalanan masyarakat yang melakukan mudik maupun aktivitas wisata selama libur panjang,” ujarnya.
Selama periode Satgas RAFI, Pertamina memproyeksikan terjadi perubahan pola konsumsi energi masyarakat.
Beberapa di antaranya:
Gasoline (bensin) meningkat 11,9 persen dari rata-rata normal 18.430 kiloliter per hari
Gasoil (solar) turun 9,8 persen dari rata-rata 8.805 kiloliter per hari karena aktivitas industri berkurang
Minyak tanah naik 7,3 persen dari konsumsi normal 375 kiloliter per hari
LPG meningkat 3,5 persen dari rata-rata 6.567 metrik ton per hari
Lonjakan konsumsi tersebut terutama dipicu meningkatnya perjalanan kendaraan pribadi serta kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Selain BBM dan LPG, Pertamina juga memastikan ketersediaan Avtur untuk mendukung operasional penerbangan di 15 bandara yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Namun, konsumsi Avtur diprediksi turun sekitar 6,1 persen dari rata-rata normal 8.040 kiloliter per hari.
Penurunan ini dipengaruhi oleh tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bali serta pembatalan sejumlah rute penerbangan Timur Tengah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga selama periode mudik, Pertamina mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi energi di wilayah Jatimbalinus.
Total infrastruktur yang disiapkan meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop dan 1.296 agen LPG. Selain itu juga disiagakan 644 SPBU siaga 24 jam dan 1.040 agen LPG siaga.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mudah mengakses energi di berbagai jalur perjalanan, termasuk jalur wisata maupun wilayah terpencil.
Motorist BBM hingga Serambi MyPertamina
Untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, Pertamina juga menyiapkan sejumlah layanan tambahan selama periode Satgas RAFI.
Di antaranya:
9 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga
36 unit motorist BBM yang siap mengantar bahan bakar secara mobile
17 mobil tangki standby di jalur padat perjalanan
Selain itu tersedia Serambi MyPertamina di sejumlah rest area yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang istirahat, nursery room, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak.
Layanan tambahan lain seperti ambulans di titik strategis dan porter gratis di beberapa bandara juga disiapkan untuk membantu mobilitas masyarakat.
Distribusi energi selama periode mudik juga dipantau secara real-time melalui command center Satgas sehingga suplai dapat segera ditambah jika terjadi lonjakan permintaan.
Untuk memudahkan masyarakat mencari SPBU maupun informasi promo BBM non-subsidi, Pertamina juga mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina.
“Kami mengimbau masyarakat mengisi BBM lebih awal sebelum memasuki jalur padat dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk mengetahui titik layanan,” kata Ahad.
Ia memastikan Pertamina siap menjaga pasokan energi agar masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan libur Lebaran dengan aman dan nyaman bersama keluarga.






