Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Bersilaturahmi kePura Kerta Bumi di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.(Istimewa)
Gresik, HeadlineJatim.com – Harmoni antarumat beragama terpancar nyata di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, umat Hindu setempat sepakat menggeser jadwal pawai ogoh-ogoh demi menghormati umat Muslim yang melaksanakan ibadah salat tarawih.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Pengalangan, Satiman, saat menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, di Pura Kerta Bumi, Rabu (11/3/2026).
Satiman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil musyawarah warga, pawai ogoh-ogoh yang dijadwalkan pada 18 Maret mendatang baru akan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.
”Pawai ogoh-ogoh akan kami laksanakan setelah ibadah tarawih selesai. Ini adalah bentuk penghormatan kami agar tidak mengganggu aktivitas ibadah saudara-saudara umat Muslim,” ujar Satiman.
Langkah ini diambil mengingat momentum Nyepi tahun ini berdekatan dengan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan. Kedewasaan beragama warga Desa Pengalangan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pihak kepolisian.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, mengaku kagum dengan kerukunan yang terjaga di wilayah tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antar tokoh agama menjadi kunci kondusivitas wilayah.
”Saya yakin dan percaya warga di sini sangat dewasa. Sinergi dan komunikasi inilah yang menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan, baik Nyepi maupun persiapan Idulfitri, berjalan aman dan tertib,” tutur AKBP Ramadhan.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Wongso Negoro. Ia menegaskan bahwa Desa Pengalangan telah lama menjadi potret nyata harmoni lintas agama di Kabupaten Gresik.
Menurut Wongso, masyarakat tidak hanya hidup berdampingan secara pasif, tetapi aktif berkolaborasi untuk memastikan kenyamanan ibadah satu sama lain tetap terjaga.
Dengan kesepakatan ini, perayaan Nyepi di Menganti diharapkan menjadi simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan di Kabupaten Gresik justru menjadi kekayaan yang mempererat persaudaraan bangsa.






