Surabaya, HeadlineJatim.com– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan seluruh aspek pendukung mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H mulai dari armada transportasi, pasokan BBM, hingga layanan kesehatan dalam kondisi siap siaga. Hal ini disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 di Mapolda Jatim, Senin (9/3/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memproyeksikan sebanyak 24,9 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional akan memasuki wilayah Jatim. Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu destinasi utama arus mudik di Indonesia.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Khofifah menjelaskan bahwa pergerakan massa akan mencapai titik tertinggi dalam waktu dekat.
- Puncak Arus Mudik: Diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026.
- Puncak Arus Balik: Diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026.
“Rakor ini menjadi forum krusial untuk menyatukan langkah seluruh instansi. Kita pastikan personel, sarana prasarana, serta sistem pengamanan terpadu siap melayani masyarakat,” ujar Khofifah.
Kesiapan Armada dan Personel Transportasi
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pemprov Jatim telah menyiapkan ribuan unit armada transportasi lintas moda:
- Darat: 6.637 bus dan 148 rangkaian kereta api.
- Udara: 302 unit pesawat.
- Laut: 55 kapal laut dan 71 kapal penyeberangan.
Sebanyak 8.991 personel gabungan dari Dinas Perhubungan, PT KAI, serta sektor pelabuhan disiagakan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan di simpul-simpul transportasi.
Layanan Kesehatan dan Mitigasi Bencana
Tak hanya transportasi, sektor kesehatan menjadi prioritas dengan menyiagakan ribuan tenaga medis di sepanjang jalur mudik. Total terdapat 343 dokter, 5.172 perawat, dan 2.852 pengemudi ambulans yang bersiaga 24 jam.
Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk menjamin stok BBM tetap aman. Sementara itu, kerja sama dengan BMKG dan PVMBG dilakukan guna memberikan informasi cuaca terkini serta mitigasi potensi bencana geologi bagi pemudik.
Sebagai informasi, pergerakan masyarakat pascapandemi terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data Kementerian Perhubungan mencatat pada 2024 lalu, pergerakan nasional menembus 190 juta orang. Operasi Ketupat Semeru 2026 pun diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola mobilitas tinggi di wilayah Jawa Timur tahun ini.






