Hujan Angin Terjang Gondola di Ascott Apartemen, Satu Pekerja Tewas

Tangkapan layar video viral

Surabaya, HeadlineJatim.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Surabaya sejak pukul 14.00 WIB, Senin (2/3/2026), memicu serangkaian insiden. Yang paling fatal terjadi di Ascott Apartemen yang berada dikawasan Pakuwon Trade Center (PTC). Sebuah gondola pembersih kaca apartemen terombang-ambing hebat dan menyebabkan satu pekerja meninggal dunia.

Read More

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.12 WIB. Dua pekerja yang tengah melakukan pembersihan kaca tersangkut di ketinggian setelah gondola dihantam angin kencang. Video yang beredar memperlihatkan gondola bergoyang tak terkendali hingga membentur dinding gedung.

Petugas Kedaruratan 112 Surabaya, Ekky Maulana, membenarkan adanya dua korban.

“Korbannya dua orang. Satu selamat. Satunya tidak dapat tertolong, meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Satu korban berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan mendapatkan penanganan medis. Sementara korban lainnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat tergantung di gondola yang tersangkut. Identitas korban belum diumumkan secara resmi.

BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Insiden ini terjadi saat peringatan dini cuaca ekstrem masih berlaku. BMKG Juanda sebelumnya mengumumkan kewaspadaan untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada periode 1–10 Maret 2026, termasuk Surabaya.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan bahwa masa pancaroba meningkatkan potensi hujan lebat berdurasi singkat yang disertai angin kencang, petir, bahkan puting beliung.

Analisis angin gradien 3.000 feet pada 28 Februari 2026 menunjukkan kecepatan angin mencapai 25 knot dengan pola konvergensi di wilayah Jawa Timur—kondisi yang memperkuat pembentukan awan konvektif.

Enam Pohon Tumbang, Jalan Sempat Macet

Selain tragedi di PTC, hujan angin juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai titik Surabaya Barat.

Pantauan di lapangan menunjukkan pohon tumbang terjadi di:

  • Jalan Pakal
  • Jalan Sememi Jaya
  • Jalan Manukan Kulon
  • Jalan Balongsari
  • Jalan Upa, Ngagel Wonokromo

Sedikitnya enam pohon dengan ukuran kecil hingga besar dilaporkan roboh. Salah satu pohon berukuran besar tumbang di Jalan Balongsari dan menutup setengah badan jalan menuju Jalan Tandes. Arus kendaraan roda empat sempat terganggu, sementara roda dua masih dapat melintas dari sisi jalan.

Di Jalan Upa, Ngagel Wonokromo, sebuah pohon sawo berukuran cukup besar roboh dan melintang di jalan setelah diterjang angin. Kemacetan sempat terjadi karena mobil tidak dapat melintas. Pohon tersebut kemudian dievakuasi secara gotong royong oleh warga hingga arus lalu lintas kembali normal.

Hingga sore hari, hujan masih turun dengan intensitas cukup deras meski hembusan angin mulai mereda. Tidak ada laporan korban jiwa akibat pohon tumbang.

Evaluasi K3 dan Kesiapsiagaan Cuaca

Rangkaian peristiwa ini mempertegas risiko tinggi aktivitas luar ruang dan pekerjaan di ketinggian saat cuaca ekstrem terjadi.

Dalam konteks keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pekerjaan menggunakan gondola sangat bergantung pada stabilitas angin serta sistem pengaman. Ketika peringatan cuaca ekstrem telah diterbitkan, penghentian sementara aktivitas di ketinggian menjadi langkah mitigasi krusial.

Pihak berwenang masih mendalami kronologi lengkap tragedi di PTC, termasuk memastikan apakah prosedur operasional standar telah dijalankan sesuai ketentuan saat cuaca ekstrem melanda.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruang saat hujan lebat dan angin kencang, serta memantau informasi resmi dari BMKG sebelum beraktivitas, terutama dalam periode kewaspadaan hingga 10 Maret 2026.

Related posts