Direktur Utama PLN NPS Jakfar Sadiq (kiri) dan President & CEO KEPCO KPS Kim Hongyoun (kanan) menunjukkan naskah nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani.(Istimewa)
Jakarta, HeadlineJatim.com – Di tengah ketatnya persaingan industri jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik global, anak usaha PLN Nusantara Power Services (PLN NPS) mulai mengunci strategi ekspansi lintas negara. Bukan dengan proyek domestik semata, melainkan melalui kemitraan langsung dengan pemain global asal Korea Selatan, KEPCO Plant Service & Engineering (KEPCO KPS).
Penandatanganan Nota Kesepahaman bertajuk Strategic Business Collaboration in the Power Sector for Global Markets pada 24 Februari 2026 di Jakarta menjadi titik awal langkah agresif PLN NP Group memasuki pasar jasa pembangkitan internasional secara lebih terstruktur.
Berbeda dari kerja sama teknis biasa, kolaborasi ini diarahkan untuk membidik tender internasional, mengembangkan proyek bersama di luar negeri, serta memperkuat daya saing di sektor operation & maintenance (O&M), maintenance repair & overhaul (MRO), dan engineering services.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi memperluas footprint PLN NP Group di pasar global.
Menurutnya, penguasaan teknologi, penguatan kapabilitas SDM, serta akses jaringan internasional menjadi faktor kunci dalam meningkatkan posisi tawar perusahaan Indonesia di pasar jasa pembangkitan dunia.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Nusantara Power Services, Jakfar Sadiq, menyebut kemitraan ini sebagai momentum percepatan transformasi perusahaan dari pemain domestik menjadi penyedia layanan O&M dan engineering berkelas internasional.
Sinergi dengan KEPCO KPS, kata dia, membuka peluang ekspansi lebih luas sekaligus mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan.
Sebagai perusahaan global dengan pengalaman panjang dalam jasa pembangkit, KEPCO Plant Service & Engineering memiliki rekam jejak kuat dalam peningkatan keandalan pembangkit, efisiensi operasional, hingga solusi dekarbonisasi.
President & CEO KEPCO KPS, Kim Hongyoun, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan profitabilitas proyek, tetapi juga pada kontribusi terhadap tantangan energi global, termasuk peningkatan keandalan sistem kelistrikan dan penurunan emisi karbon.
Kolaborasi ini berpotensi menciptakan model kemitraan Asia – Asia dalam sektor energi, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pembangkit yang lebih efisien dan ramah lingkungan di berbagai negara berkembang.
Modal 7.175 MW dan Jejak Lintas Negara
PLN NPS bukan pemain baru. Perusahaan ini mengelola 128 mesin di 58 lokasi pembangkit dengan kapasitas total 7.175 MW di Indonesia. Selain itu, pengalaman proyek internasional telah dijalankan di Arab Saudi, Kuwait, Malaysia, Hong Kong, dan Bangladesh.
Namun, memasuki fase ekspansi global membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman teknis. Akses jaringan global, kredibilitas internasional, serta kolaborasi teknologi menjadi pembeda dalam memenangkan tender lintas negara.
Di sinilah kemitraan dengan KEPCO KPS menjadi krusial. Menguatkan Posisi Indonesia di Industri Energi Global Langkah ini juga mencerminkan pergeseran peran BUMN energi Indonesia: tidak lagi sekadar operator domestik, tetapi mulai memosisikan diri sebagai penyedia jasa ketenagalistrikan global.
Jika kolaborasi ini berlanjut pada proyek konkret dan kemenangan tender internasional, maka kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk bagi ekspansi lebih luas PLN NP Group di pasar pembangkitan dunia, sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui sektor energi.
Dengan tekanan global terhadap efisiensi pembangkit dan transisi energi rendah karbon, persaingan jasa O&M dan engineering akan semakin kompetitif. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah PLN NPS siap bersaing, tetapi seberapa cepat perusahaan ini mampu mengonversi kemitraan strategis menjadi proyek nyata di pasar global.






