Gresik, HeadlineJatim.com – Ketegangan yang sempat menyelimuti warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah akhirnya menemui titik terang. Melalui mediasi terbuka yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan berjabat tangan di Balai Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Sabtu malam (28/2).
Pertemuan krusial tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, unsur TNI, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa. Mediasi ini digelar menyusul adanya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan di kedua wilayah tersebut.
Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah hukum cepat dengan mengamankan pelaku utama sebagai bentuk profesionalisme Polri. Namun, ia mengingatkan bahwa penegakan hukum hanyalah satu sisi; kedamaian sejati bergantung pada kerukunan masyarakat itu sendiri.
“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas AKBP Ramadhan.
Selain mendinginkan suasana, Kapolres juga menyoroti bahaya provokasi digital. Ia mengimbau warga agar tidak mudah terhasut oleh isu balas dendam atau informasi hoaks yang sengaja disebarkan untuk memperkeruh suasana di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan warga Desa Campurejo menyatakan apresiasinya atas respon cepat kepolisian. Mereka mengajak masyarakat memegang prinsip “ojo wani-wani, ojo wedi-wedi”—pesan agar warga tetap bijak, tenang, dan tidak mudah tersulut emosi namun tetap patuh pada hukum yang berlaku.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Banyutengah menepis rumor adanya pergerakan massa besar-besaran yang sempat meresahkan. Ia memastikan informasi tersebut adalah bohong (hoaks) dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi.
“Kami berkomitmen untuk saling berbenah dan menjaga kondusivitas wilayah,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Banyutengah di hadapan forum.
Suasana haru menyelimuti penghujung acara saat perwakilan kedua desa berdiri bersama dan saling berjabat tangan erat. Sesi foto bersama menjadi simbol runtuhnya ego dan kembalinya persaudaraan antarwarga di Kecamatan Panceng.
Dengan komitmen damai yang telah disepakati, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan normal. Langkah mediasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kerukunan jangka panjang di wilayah Gresik Utara.






