Keutamaan Puasa Ramadan Hari Ke-10, Penutup Fase Rahmat dan Kunci Istiqamah

Surabaya, HeadlineJatim.com– Mengulas keutamaan puasa Ramadhan hari ke-10 menjadi momen penting bagi setiap Muslim, karena hari ini menandai berakhirnya fase sepuluh hari pertama yang dikenal sebagai fase rahmah (kasih sayang Allah). Para ulama menekankan bahwa keberhasilan melewati sepertiga pertama Ramadhan adalah fondasi utama untuk meraih ampunan di fase berikutnya.

​Melansir dari portal resmi NU Online dalam artikel berjudul “Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-1 hingga ke-30”, para ulama Nahdlatul Ulama merujuk pada teks dalam kitab Fadhâ’il Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah.

Read More

​Menurut literatur tersebut, keutamaan puasa Ramadhan hari ke-10 mencakup doa-doa yang dikabulkan serta pemenuhan hajat dunia dan akhirat oleh Allah SWT bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh. Ulama NU berpesan agar hari ke-10 ini dijadikan ajang untuk memperbanyak syukur karena telah diberikan kekuatan fisik dan batin selama sepuluh hari pertama.

​Di sisi lain, mengutip dari laman Muhammadiyah.or.id melalui tulisan bertajuk “Puasa: Transformasi Menuju Takwa Kolektif”, tokoh-tokoh Muhammadiyah memandang hari ke-10 sebagai simbol kemenangan melawan hawa nafsu di tahap awal.

​Muhammadiyah menekankan bahwa makna puasa hari ke-10 adalah pengokohan integritas diri. Pada tahap ini, seorang Muslim diharapkan telah berhasil mengubah kebiasaan buruk menjadi disiplin ibadah yang stabil. Muhammadiyah mengajak umat untuk menjadikan hari ke-10 sebagai titik tolak meningkatkan aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Tuntunan Resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI

​Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, dalam artikel “Optimalisasi Ibadah di Penghujung Fase Rahmat” di portal resmi Kementerian Agama, memberikan imbauan strategis.

​Beliau menyatakan bahwa hari ke-10 adalah gerbang transisi menuju fase maghfirah (pengampunan). Kemenag RI mengajak masyarakat untuk menjaga konsistensi (istiqamah) agar semangat ibadah tidak menurun di pertengahan bulan, melainkan justru semakin meningkat melalui tadarus dan iktikaf ringan.

​Secara ilmiah, makna hari ke-10 didukung oleh studi dalam Journal of Islamic Medicine and Health berjudul “Neuro-Physiological Transformation During the First Decad of Ramadan”.

​Jurnal tersebut memaparkan bahwa pada hari ke-10, tubuh manusia telah menyelesaikan proses detoksifikasi awal secara sempurna. Secara medis, kondisi ini memicu peningkatan neuroplasticity, yang berkontribusi pada kejernihan pikiran dan stabilitas emosi. Kondisi ini sangat selaras dengan tujuan spiritual untuk mencapai kekhusyukan maksimal di penghujung fase pertama Ramadhan.

​Memahami keutamaan puasa Ramadhan hari ke-10 memberikan semangat tambahan bagi umat untuk terus melangkah. Sinergi antara pandangan NU, Muhammadiyah, dan Kemenag RI menunjukkan bahwa hari ke-10 adalah “garis finis” fase kasih sayang yang harus ditutup dengan amal kebaikan terbaik.

Related posts