headlinejatim.com —Dalam rangka memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian terhadap lingkungan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Barat melaksanakan Simulasi Tanggap Darurat Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di lingkungan kerja PLN Surabaya Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memastikan setiap potensi risiko operasional dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Simulasi dilakukan dengan skenario terjadinya tumpahan limbah B3 di area kerja, yang kemudian ditangani oleh tim tanggap darurat internal sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Team Leader K3L PLN UP3 Surabaya Barat, Dedi Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah B3.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel memahami prosedur penanganan limbah B3, mulai dari identifikasi potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga proses pengamanan dan pelaporan kejadian,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan langkah-langkah antara lain, pengamanan area terdampak dan pemasangan rambu peringatan, penggunaan APD lengkap sesuai standar K3, dan juga penanganan tumpahan menggunakan spill kit
Simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi efektivitas sistem tanggap darurat yang telah diterapkan, sekaligus memperkuat koordinasi antarunit kerja dalam menghadapi situasi darurat.
PLN Surabaya Barat terus berkomitmen untuk menjalankan operasional ketenagalistrikan yang andal, aman, serta ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh insan PLN semakin siap dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan di setiap lini operasional./adv






