Keutamaan Puasa Ramadan Hari Kesembilan, Menggapai Puncak Rahmat dan Keberkahan Doa

Surabaya, HeadlineJatim.com– Memasuki keutamaan puasa Ramadhan hari kesembilan, umat Muslim kini berada di penghujung fase sepuluh hari pertama yang penuh dengan rahmat (rahmah). Pada hari kesembilan ini, penguatan spiritual menjadi sangat krusial sebagai persiapan transisi menuju fase pengampunan (maghfirah). Para ulama menekankan bahwa hari ini adalah waktu di mana kedekatan seorang hamba kepada Sang Khalik mencapai salah satu puncaknya melalui konsistensi ibadah.

Melansir dari laman resmi NU Online dalam artikel berjudul “Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-1 hingga ke-30“, para ulama Nahdlatul Ulama merujuk pada literatur kitab klasik Fadhâ’il Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah.

Read More

Menurut ulasan tersebut, keutamaan puasa Ramadhan hari kesembilan memiliki makna yang sangat agung. Allah SWT menjanjikan pahala bagi hamba-Nya yang berpuasa di hari ini menyerupai pahala ribuan orang yang bertaubat dan ahli ibadah yang istiqamah. Ulama NU berpesan agar umat Islam tidak melewatkan momentum ini tanpa memperbanyak zikir dan shalawat sebagai bentuk pensucian jiwa.

Di sisi lain, mengutip dari portal Muhammadiyah.or.id melalui artikel “Ramadhan: Proses Transformasi Menuju Kesalehan” yang ditulis oleh jajaran Majelis Tarjih, ditekankan bahwa hari kesembilan merupakan potret kematangan spiritual.

Muhammadiyah memandang bahwa puasa hari kesembilan adalah pembuktian atas ketangguhan karakter seorang mukmin. Pada tahap ini, puasa telah menyatu dengan aktivitas harian, membentuk disiplin diri yang kuat dan kejernihan pikiran dalam membedakan yang hak dan yang batil. Esensinya adalah meningkatkan kecerdasan spiritual (SQ) untuk membawa perubahan positif bagi sosial.

Edukasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, dalam ulasan di portal resmi Kementerian Agama berjudul “Mengoptimalkan Sepuluh Hari Pertama Ramadhan“, mengingatkan tentang pentingnya doa.

Beliau menyatakan bahwa hari kesembilan adalah momentum untuk memperbanyak permohonan kepada Allah agar seluruh rangkaian ibadah di sepuluh hari pertama diterima. Kemenag RI mengajak masyarakat untuk menjaga kekhusyukan dan memaksimalkan ibadah sunnah, seperti tarawih dan sedekah, demi menjemput ridha-Nya sebelum memasuki fase kedua Ramadhan.

Secara ilmiah, makna puasa hari kesembilan didukung oleh studi dalam Journal of Islamic Medicine and Health berjudul “The Impact of Extended Fasting on Mental Clarity and Spiritual Connection“.

Jurnal tersebut memaparkan bahwa pada hari kesembilan, sistem saraf manusia mulai mengalami stabilisasi yang mendalam akibat pola makan yang teratur. Hal ini secara medis memicu autophagy yang lebih efektif, yang secara psikologis berkontribusi pada penurunan tingkat stres dan peningkatan fokus. Kondisi mental yang stabil ini sangat mendukung kekhusyukan hamba dalam berdoa dan tadarus Al-Qur’an secara mendalam.

Memahami keutamaan puasa Ramadhan hari kesembilan menunjukkan bahwa setiap detiknya mengandung nilai yang sangat berharga. Dengan menyerap tuntunan dari NU, Muhammadiyah, dan Kemenag RI, diharapkan umat Muslim dapat mengakhiri fase sepuluh hari pertama ini dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kokoh.

Related posts