Jember, HeadlineJatim.com– Dua rumah warga di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dilaporkan ambruk akibat dampak gempa bumi yang disusul hujan deras dan angin kencang dalam sepekan terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember langsung melakukan assessment, pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, peristiwa pertama menimpa rumah milik Didik Kurniawan (36), warga Dusun Krajan I RT 01 RW 15, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Rumah berukuran 6 x 5 meter tersebut mengalami kerusakan sedang pada bagian atap dan tembok dapur yang ambrol.
Menurut Edy, kerusakan bermula saat terjadi gempa bumi yang berpusat di Pacitan pada Jumat, 6 Februari 2026. Getaran gempa menyebabkan bangunan rumah Didik mengalami kemiringan.
“Struktur rumah sudah dalam kondisi miring pascagempa. Kemudian pada Rabu, 25 Februari 2026, terjadi hujan disertai angin kencang yang memperparah kondisi bangunan hingga akhirnya roboh,” ujar Edi saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (26/2/2026).
Laporan kejadian diterima BPBD hari ini dan tim TRC BPBD Jember, langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment serta penghitungan kebutuhan pascabencana (jitupasna).
BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako, lauk pauk, tambahan gizi, makanan siap saji, perlengkapan makan, terpal, sandang, paket tas sekolah, paket kebersihan, selimut, serta family kit.
Saat ini, Didik bersama tiga anggota keluarganya mengungsi di rumah tetangga setelah puing-puing bangunan dibersihkan.
Pada hari yang sama, peristiwa serupa terjadi di Dusun Penitik RT 01 RW 19, Desa Wonosari, Kecamatan Puger. Rumah milik Eko Cahyono (34) dengan ukuran 9 x 6 meter mengalami kerusakan sedang setelah bagian atap rumah induk ambruk.
Edy memaparkan, kejadian bermula pada Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Sekitar pukul 23.50 WIB, atap rumah tiba-tiba roboh.
“Saat kejadian, penghuni yang berada di dalam rumah segera keluar untuk menyelamatkan diri. Diduga konstruksi bangunan yang sudah lapuk tidak mampu menahan beban air hujan dan terpaan angin,” kata Edy.
BPBD menerima laporan pada pukul 13.00 WIB dan tim bergerak ke lokasi pukul 15.30 WIB, tiba sekitar pukul 16.20 WIB. Selain berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, petugas melakukan assessment dan pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan logistik.
Korban yang terdiri dari tiga jiwa kini mengungsi di rumah kerabatnya, sementara sisa material atap yang ambruk telah dibersihkan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Jember akan menyalurkan bantuan material bangunan untuk masing-masing rumah terdampak. Untuk rumah Didik direncanakan bantuan 500 buah batu bata dan 15 lonjor usuk, sedangkan rumah Eko akan menerima 500 batu bata dan 10 lonjor usuk.
“Kami sudah melakukan assessment dan penghitungan kebutuhan. Selanjutnya bantuan material akan segera kami kirimkan agar rumah bisa diperbaiki dan keluarga dapat kembali menempati hunian dengan aman,” tegas Edy.
Lebih lanjut Edy menyampaikan, BPBD Jember juga merekomendasikan agar laporan kejadian diteruskan ke dinas terkait untuk penanganan lanjutan serta mendorong pemerintah desa setempat turut melakukan langkah penanganan pascabencana.
“Dalam penanganan dua peristiwa ini, unsur yang terlibat tidak hanya dari BPBD Kabupaten Jember. Kami juga dibantu perangkat desa, Satpol PP Kecamatan Puger, Tagana, dan warga sekitar,” jelasnya.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut,” imbuhnya.





