Gempa M5,0 Guncang Pasaman Barat Sumbar, Berpusat di Laut dan Tidak Berpotensi Tsunami

Jakarta, HeadlineJatim.com– Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,0 mengguncang wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (26/2/2026) pukul 00.49 WIB. Data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa berpusat di laut dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat episenter gempa berada sekitar 110 kilometer barat daya Pasaman Barat, tepatnya di koordinat 0,41 Lintang Selatan (LS) dan 98,98 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 18 kilometer.

Read More

“110 km barat daya Pasaman Barat-Sumbar,” tulis BMKG melalui kanal resminya.

Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Sumatera Barat Memang Zona Rawan Gempa

Secara geologis, Sumatera Barat berada di jalur aktif pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta dekat dengan zona subduksi Mentawai. Aktivitas tektonik di kawasan ini kerap memicu gempa dengan berbagai magnitudo.

BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi gempa yang dirilis merupakan hasil analisis data sensor seismik nasional yang telah diverifikasi secara ilmiah.

Klarifikasi BMKG soal Isu “Megathrust Jawa” yang Viral

Di tengah maraknya pembahasan gempa, BMKG sebelumnya juga telah meluruskan informasi viral mengenai potensi gempa besar di zona megathrust selatan Jawa.

BMKG menjelaskan bahwa zona megathrust memang berada di sepanjang selatan Pulau Jawa dan Sumatera sebagai bagian dari sistem subduksi. Namun, istilah tersebut sering disalahartikan seolah-olah gempa besar pasti akan terjadi dalam waktu dekat.

BMKG menegaskan, zona megathrust adalah istilah ilmiah untuk patahan besar di wilayah subduksi, bukan prediksi kejadian.

Hingga saat ini tidak ada teknologi yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi.

Informasi resmi gempa dan peringatan dini tsunami hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Dengan demikian, gempa M5,0 di Pasaman Barat ini tidak berkaitan dengan isu megathrust Jawa yang sempat viral di media sosial.

BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi dari sumber resmi, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, serta memahami langkah mitigasi gempa secara mandiri. Literasi kebencanaan menjadi kunci agar masyarakat tetap tenang dan rasional menghadapi setiap dinamika aktivitas seismik di Indonesia.

Related posts