Keutamaan Puasa Ramadan Hari Ketujuh, Puncak Detoksifikasi Tubuh dan Pengokohan Iman

Surabaya, Headlinejatim.com–Mengulas keutamaan puasa Ramadhan hari ketujuh menjadi sangat relevan mengingat fase ini merupakan penutup pekan pertama di bulan suci. Hari ketujuh dipandang oleh para ulama sebagai titik balik pengokohan spiritual, di mana seorang hamba mulai merasakan harmoni antara ibadah fisik dan ketenangan batin.

Melansir dari portal resmi NU Online dalam artikel berjudul “Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-1 hingga ke-30“, para ulama Nahdlatul Ulama mengutip kitab Fadhâ’il Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah.

Read More

Menurut literatur tersebut, keutamaan puasa Ramadhan hari ketujuh sangat istimewa, di mana Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda, layaknya pahala orang yang membantu ribuan kaum dhuafa. Ulama NU menekankan agar pada hari ketujuh ini, umat Islam memperkuat zikir “La ilaha illallah” untuk terus menyucikan tauhid di dalam hati.

Di sisi lain, mengutip dari laman Muhammadiyah.or.id melalui artikel bertajuk “Puasa sebagai Sarana Transformasi Menuju Kesalehan“, tokoh-tokoh Muhammadiyah melihat hari ketujuh sebagai fase kematangan disiplin.

Muhammadiyah memandang bahwa setelah sepekan berpuasa, seorang Muslim seharusnya telah mencapai derajat muraqabah atau merasa selalu diawasi oleh Allah. Secara esensial, puasa hari ketujuh adalah momentum untuk mengevaluasi sejauh mana ibadah ini berdampak pada perbaikan akhlak sehari-hari, bukan hanya sekadar menahan lapar.

Tuntunan Resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, dalam ulasan di portal resmi Kementerian Agama berjudul “Menggapai Rahmat di Sepuluh Hari Pertama Ramadhan”, mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi (istiqamah).

Beliau menyatakan bahwa hari ketujuh adalah gerbang menuju fase pembersihan diri yang lebih dalam. Kemenag RI mengajak masyarakat untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an dan sedekah, mengingat rahmat Allah sedang tercurah luas pada periode Awaluha Rahmah ini.

Secara ilmiah, makna puasa hari ketujuh juga didukung oleh penelitian dalam Journal of Islamic Medicine and Health dengan judul artikel “The Physiological and Psychological Benefits of One Week Fasting“.

Jurnal tersebut memaparkan bahwa pada hari ketujuh, tubuh telah menyelesaikan fase adaptasi awal. Proses detoksifikasi sedang berada pada puncaknya, yang berdampak pada kejernihan pikiran (mental clarity). Kondisi fisik yang stabil ini sangat mendukung kekhusyukan umat dalam menjalankan salat malam dan doa-doa panjang di sepertiga malam terakhir.

Memahami keutamaan puasa Ramadhan hari ketujuh memberikan dorongan moral bagi umat untuk tidak mengendurkan semangat. Sinergi antara pandangan NU, Muhammadiyah, dan Kemenag RI menunjukkan bahwa setiap detik di bulan Ramadhan memiliki nilai yang tak terhingga bagi pembentukan insan yang bertaqwa.

Related posts