Perayaan Imlek 2577 Kongzili di SD Santa Maria Surabaya menghadirkan harmoni doa, budaya, dan kebersamaan.(Foto: Maulana Hafizh)
Surabaya, Headlinejatim.com — Suasana penuh warna dan kebersamaan menyelimuti SD Santa Maria Surabaya saat merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa (17/2/2026). Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”, perayaan ini menekankan pentingnya doa sebagai fondasi membangun persatuan di tengah keberagaman.
Perayaan diawali dengan ibadat syukur yang diikuti seluruh warga sekolah. Dalam momen tersebut, siswa, guru, dan karyawan diajak untuk menyerahkan setiap rencana dan perjuangan kepada Tuhan, serta memohon hati yang damai agar mampu hidup rukun dalam perbedaan.
Tahun Baru Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, dan kerja keras. Nilai tersebut selaras dengan pesan sekolah untuk menanamkan semangat pantang menyerah sekaligus membangun karakter penuh syukur dan persaudaraan.
Kegiatan yang digelar di lapangan indoor basket sekolah berlangsung meriah. Seluruh warga sekolah kompak mengenakan busana bernuansa merah sebagai simbol sukacita dan harapan baik. Sejumlah siswa tampil mengenakan pakaian khas Tionghoa seperti cheongsam dan aksesori Imlek, sementara dekorasi lampion merah dan emas memperkuat suasana perayaan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan kreatif siswa kelas 1 hingga kelas 6, mulai dari gerak dan lagu, pembacaan puisi, tarian, hingga atraksi wushu. Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Kemeriahan semakin terasa saat pertunjukan barongsai tampil dengan gerakan enerjik yang memikat perhatian. Sorak sorai menggema, termasuk dari adik-adik KB-TK yang turut hadir menyaksikan atraksi tersebut.
Sebagai penutup, seluruh siswa melakukan sesi foto bersama di kelas masing-masing sebelum menerima goodie bag berisi jeruk, permen, dan cokelat. Bingkisan tersebut menjadi simbol doa akan kebahagiaan, keberuntungan, dan harapan manis di tahun yang baru.
Melalui perayaan ini, sekolah menegaskan bahwa harmoni lahir dari hati yang dipenuhi doa dan rasa syukur. Nilai toleransi, kebersamaan, dan penghargaan terhadap budaya diharapkan terus tumbuh dalam keseharian siswa, tidak hanya saat perayaan, tetapi dalam setiap langkah kehidupan mereka.
perayaan budaya di lingkungan pendidikan bukan sekadar seremoni, tetapi ruang belajar tentang toleransi dan persatuan. Mengajarkan anak menghargai perbedaan sejak dini adalah investasi penting untuk menciptakan generasi yang inklusif, berempati, dan mampu hidup berdampingan secara damai.






