Kue Dongkal khas Betawi. (Istimewa)
Gresik, HeadlineJatim.com – Aroma manis gula aren dan gurihnya kelapa parut menyeruaki Jalan Raya Betiting, Kecamatan Cerme, saat matahari mulai condong ke barat.
Di balik kepulan uap kukusan tradisional, antrean warga sudah mengular sejak pukul empat sore. Mereka rela bersabar demi sepotong Kue Dongkal hangat untuk membatalkan puasa.
Meski aslinya merupakan kudapan khas Betawi, kue ini mendadak jadi perbincangan hangat (viral) di media sosial warga Gresik. Tak heran, nomor antrean kini menjadi “tiket” wajib jika ingin mencicipi tekstur lembut tepung beras yang berpadu dengan lelehan gula merah ini.
“Penasaran karena lewat terus di beranda medsos. Ini baru pertama kali coba, langsung beli dua porsi. Harganya terjangkau dan kelihatannya cocok sekali untuk berbuka,” ujar Indah, salah satu pembeli setempat.
Sang penjual, Septian, mengaku kewalahan namun bersyukur. Sejak awal Ramadan, ia mampu menghabiskan hingga 13 kukusan hanya dalam durasi 2-3 jam berjualan.
Dengan harga mulai Rp10.000 untuk porsi reguler hingga Rp15.000 untuk ukuran jumbo, Septian sukses meraup omzet bersih antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari.






