Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke Enam, Menjemput Pahala Syuhada dan Rahasia Ketenangan Batin

Ilustrasi oleh tim grafis 

Surabaya, HeadlineJatim.com– Memasuki keutamaan puasa Ramadhan hari keenam, umat Muslim mulai merasakan kestabilan spiritual dan fisik yang lebih kokoh. Hari keenam ini dipandang sebagai momen penting dalam fase pertama Ramadhan untuk memperkuat hubungan hamba dengan Sang Khalik melalui peningkatan kualitas amal ibadah.

Read More

Melansir dari portal resmi NU Online dalam artikel berjudul “Keutamaan dan Fadhilah Puasa Ramadhan Hari ke-1 hingga ke-30“, para ulama Nahdlatul Ulama merujuk pada keterangan dalam kitab Fadhâ’il Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah.

Menurut literatur tersebut, keutamaan puasa Ramadhan hari keenam memiliki makna luar biasa di mana Allah SWT memberikan pahala yang sangat besar, menyerupai pahala para syuhada dan orang-orang saleh. Ulama NU berpesan agar di hari keenam ini, umat memperbanyak istigfar dan zikir untuk menjaga kesucian hati yang mulai terbentuk sejak awal bulan suci.

Di sisi lain, mengutip dari laman Muhammadiyah.or.id melalui artikel bertajuk “Ramadhan dan Pembentukan Karakter Muttaqin“, tokoh-tokoh Muhammadiyah menekankan bahwa hari keenam adalah fase pembiasaan karakter.

Muhammadiyah memandang bahwa pada hari keenam, nilai-nilai disiplin dan kejujuran sudah mulai mengakar dalam diri seorang Muslim. Secara esensial, puasa hari keenam bukan lagi tentang menahan lapar secara fisik, melainkan transformasi menuju kesalehan sosial dan peningkatan intelektualitas melalui tadarus Al-Qur’an yang lebih mendalam.

Edukasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, dalam ulasan di portal resmi Kementerian Agama berjudul “Memaknai Fase Sepuluh Hari Pertama Ramadhan“, mengingatkan pentingnya konsistensi.

Beliau menyatakan bahwa hari keenam merupakan bagian dari Awaluha Rahmah (awal Ramadhan yang penuh rahmat). Kemenag RI mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjalankan ibadah secara formalitas, tetapi juga meresapi makna kasih sayang Allah yang turun bagi hamba-Nya yang bersabar hingga hari keenam ini.

Secara ilmiah, transisi hari keenam didukung oleh penelitian dalam Journal of Islamic Medicine and Health dengan judul artikel “The Impact of Ramadan Fasting on Mental Health and Stability“.

Jurnal tersebut memaparkan bahwa pada hari keenam, sistem metabolisme tubuh telah beradaptasi sepenuhnya dengan pola puasa. Hal ini memicu peningkatan hormon endorfin yang berdampak pada stabilitas emosi dan ketenangan jiwa. Kondisi ini sangat sinkron dengan tujuan puasa untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri yang sering ditekankan oleh para ulama.

Memahami keutamaan puasa Ramadhan hari keenam memberikan motivasi bagi setiap Muslim untuk terus beristiqamah. Dengan mengikuti pandangan dari NU, Muhammadiyah, dan Kemenag, diharapkan ibadah yang dijalankan menjadi lebih bermakna dan berorientasi pada perubahan kualitas diri yang lebih baik.

Related posts