Banyuwangi, HeadlineJatim.com– Badan jalan di Jalur Nasional III KM 236+900 ruas Surabaya–Banyuwangi ambles di kawasan Gumitir, tepatnya di tikungan dekat Warung P. Saleh. Peristiwa itu berada di wilayah Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, yang masuk kawasan Perhutani Banyuwangi Selatan, Selasa (24/6/2026).
Amblesan muncul di titik tikungan yang setiap hari dilintasi kendaraan berat. Permukaan aspal tampak retak memanjang, sementara bagian bawahnya tergerus hingga membentuk cekungan cukup dalam. Kondisi ini diduga dipicu hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Relawan Gumitir, Wiji Hariyanto, mengatakan diameter amblesan diperkirakan mencapai enam meter. Retakan memanjang sekitar tiga meter dengan kedalaman kurang lebih 70 sentimeter.
“Lokasinya di KM 236+900 jalur nasional arah Surabaya–Banyuwangi. Diameter amblesan kurang lebih enam meter, panjang retakan sekitar tiga meter dan kedalaman sekitar 70 sentimeter,” ujar Wiji, Selasa (24/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, di sekitar titik retakan telah dipasang tali pembatas agar pengendara lebih waspada saat melintas.
“Sementara ini masih kami pantau dulu. Di titik retakan sudah dipasang tali pembatas supaya terlihat jelas oleh pengguna jalan. Kami imbau pengendara lebih hati-hati, terutama saat hujan atau malam hari,” tambahnya.
Salah satu pengguna jalan, Arif (34), mengaku mengurangi kecepatan saat melintas karena melihat kondisi aspal yang retak.
“Tadi kelihatan ada pembatas, jadi saya pelankan kendaraan. Kalau tidak hati-hati bisa berbahaya, apalagi ini tikungan,” katanya.
Pengguna jalan lainnya, Suyanto (45), berharap penanganan segera dilakukan mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Surabaya–Banyuwangi. “Ini jalur nasional, truk besar sering lewat. Semoga cepat diperbaiki sebelum retakannya melebar,” ujarnya.
Hingga kini, arus lalu lintas di lokasi masih berjalan normal dengan pengawasan relawan di sekitar titik amblesan.






