Tingkatkan Kesiapsiagaan, PLN UP3 Surabaya Barat Laksanakan Simulasi Tanggap Darurat

Surabaya, headlinejatim.com – Di tengah padatnya aktivitas pekerjaan, PLN UP3 Surabaya Barat tetap berkomitmen menjaga keselamatan kerja dengan melaksanakan kegiatan rutin Bulan K3 berupa Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran yang dilaksanakan di area parkir kantor pada 3/1/2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menambah wawasan serta kesiapsiagaan para pegawai PLN dalam menghadapi potensi keadaan darurat khususnya kebakaran.

Simulasi tanggap darurat ini bertujuan menumbuhkan sikap sigap, tanggap, dan terlatih bagi seluruh staf dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Petugas Pemadam Kebakaran yakni Hanafi dan Dedi Kurniawan selaku team leader K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan) UP3 Surabaya Barat yang memberikan arahan teknis serta pembagian peran kepada seluruh peserta simulasi.

Read More

Kegiatan diawali dengan pengarahan kepada seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan gladi bersih atau simulasi awal penanganan kebakaran. Dalam simulasi ini para peserta mempraktikkan berbagai skenario mulai dari evakuasi ke titik aman, masuk ke area gedung untuk menyelamatkan korban hingga penggunaan APAR dan hydrant. Setiap peserta memiliki peran dan tanggung jawab masing masing sesuai pembagian tim yang telah ditentukan. “kalau saya semangat banget sih, karena menurut saya perlu juga pelatihan seperti ini,” ujar salah satu peserta simulasi.

Tahap selanjutnya adalah praktik lapangan secara langsung yang dilaksanakan sesuai dengan arahan dan briefing awal. Para peserta mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan APAR sesuai standar keselamatan kerja dengan pendampingan petugas pemadam kebakaran

Hanafi selaku pemandu simulasi tanggap darurat kali ini menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para peserta “saya sangat mengapresiasi semangat para staf PLN untuk mengikuti kegiatan pendampingan penggunaan apar dan hydrant”

Sementara itu, Dedi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi situasi darurat “Saya ingin seluruh pegawai memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, mengingat keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam membangun budaya K3 ” ujarnya

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi. Pada tahap ini, para petugas berkomitmen menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten sebagai bagian dari budaya kerja, demi mendukung operasional ketenagalistrikan yang aman, andal dan berkelanjutan./adv

Related posts